Suami Idaman
“Eh, tapi jangan pikir karena kamu udah bikin aku nangis terus peluk-pelukan, terus aku jadi lembut. Aku masih barbar.”
Elvano tertawa. “Dan aku tetap idaman. Jadi kita imbang.”
Aya mencubit pinggangnya. “Jangan GR.”
“Bukan GR. Aku realistis. Di dunia ini, mana ada badut kaya raya, tampan, romantis, dan jago masak mie kayak aku?”
Aya tidak menjawab. Ia hanya menatap Elvano dengan ekspresi yang belum pernah muncul sebelumnya. Bukan marah, bukan geli, bukan ketus. Tapi... tenang.
Hot Chapters