BENALU
POV ANGGA
“Kemas bajumu, Ga! karena kamu harus mendampingi istrimu, sampai melahirkan,” perintah Mami. Kulirik Ibu matanya membelalak.
“Ayo, Ga! kita-kita kemas-kemas!” sahut Ibu. Wajahnya seakan sumringah untuk ikut tinggal bersama Mami.
“Eh, maaf, ya, Jeng Intan! Kami hanya menjemput Angga, suaminya Martina,” sanggah Mami. Ku gigit bibir bawah, kasihan melihat Ibu.