Cahaya Biru
tanyanya, suaranya rendah namun penuh kepedulian.
Aku mengangguk mantap, mataku tidak berpaling dari pandangan Papa. "Benar, Pa. Aya sudah lihat sendiri. Biru benar-benar sudah berusaha keras," jawabku, mencoba meyakinkan.
Papa Indra menghela napas, kemudian tersenyum lembut pada ku. "Baiklah, jika Aya yang bilang begitu, Papa percaya," ucapnya, mengangguk kecil padaku dengan kasih sayang.
Hot Chapters