Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Paralaks Semesta

Paralaks Semesta

Sebuah kejutan besar aku mendapati seseorang yang bisa menggunakan matanya untuk menembus ruang dan waktu. Indigo merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang di yakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa dan bahkan supranatural, serta memiliki pemikiran nalar di luar pemikiran anak-anak pada umumnya. Adam Andrew adalah salah satu dari segelintir orang yang memiliki kemampuan khusus. Begitu bertatap muka, ia langsung tahu bahwa aku bukanlah Scarlet dan juga bukan merupakan bagian dari dunia ini.
9.32.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

tanya Riri dengan frustasi. "Tidak bisa. Lihat di notanya." Riri segera mencari nota itu. Dibawah nominal yang harus dibayar tertera sebuah tulisan. Barang yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan. Astaga! Riri semakin frustasi. Tidak pernah seumur hidupnya ia mempunyai perhiasan sebegitu mahalnya. Selama bersama Ayus, iapun hanya mampu menabung kurang lebih 50 juta di tabungan. Sedangkan uang cash, ia hanya memegang seperlunya saja.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
EMERALD

EMERALD

Tolong Alin. Alin takut dengan hujan, Alin takut dengan suara geludug yang sangat kencang ini, Alin takut kilatan petir yang jelas terlihat di mata itu. Alin takut kalau hujan akan kembali membawa Alin lagi. Alin takut hujan kali ini akan jahat pada Alin. Alin menangis histeris, ia sangat trauma dengan hujan, ia tidak sanggup. Ada kejadian yang ia takut, ia tidak bisa melupakan kejadian itu. Hal itu sangat melekat di ingatannya
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

Kemudian, dia kembali menangis tergugu. Hujan mulai mengguyur deras saat Arinda melangkahkan kakinya meninggalkan rumah megah itu. Di bawah dinginnya air hujan dan mungkin saja angin malam, Arinda berjalan menuju kembali ke rumah sakit tempat ibunya di rawat. Tak peduli jika saja dia dapat mati karena kedinginan, Arinda tetap berjalan dengan kedua tangan memeluk tubuhnya sendiri. ***
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Warna cairan itu bukan merah emas kebangsawanan atau hijau giok tradisional, melainkan warna indigo pekat yang hampir menyerupai kelamnya langit malam saat badai tiba. Yi Fang mencelupkan selembar kain sutra murni sepanjang tiga meter ke dalam bejana tersebut. Dengan gerakan tangannya yang sangat terlatih dan presisi, ia memastikan setiap serat kain menyerap pigmen indigo secara merata. Saat kain itu diangkat dan dibentangkan di atas rak pengeringan kayu, pantulan cahaya lilin membuat permukaan sutra indigo itu berkilau kebiruan yang sangat tajam dan pekat.
10637 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Ia melangkah beberapa langkah ke dalam. Matanya menyapu ruangan yang dipenuhi warna kelopak. Ember-ember air di dekat jendela menampung tangkai lili putih dan peony yang baru dipotong. Di meja panjang tersusun rangkaian mawar pucat, anyelir merah muda, dan beberapa bunga liar dari bukit yang dibawa pagi tadi. Keranjang kecil di sudut ruangan menampung chamomile dan tangkai lavender yang mengering perlahan.
10666 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Ikatan Tak Dirindu

Ikatan Tak Dirindu

“Terus apa lagi?” “Yang kedua, Tiara.” “Oke, noted. Yang lainnya?” “Moana,” ucap Sagara sambil tersenyum. “Kok Moana sih… kayak karakter di film aja.” “Kan yang ketiga ini biar sama maknanya kayak aku, Samudra. Kalau yang pertama, maknanya udah dekat sama namamu, dari nama batu mulia, Tiara itu Mutiara. Reina itu permata, kata itu dari bahasa Jepang.”
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

Lagu yang sama seperti kemarin. Dua puluh menit berlalu, Dinda langsung mengeringkan rambutnya. Memakai balutan kaos biru dan celana jeans pendek sebelumnya. "Kenapa gue seneng gini ya kalau diajak main sama Verdi?" "Apa gue yang terlalu ngarep sama dia?"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
BALADA SANG MANDARA

BALADA SANG MANDARA

Warna biru indigo menguar dari sosok Sapphire, sedang warna kuning keemasan berpendar di tubuh gadis ber hoodie. "Aku sudah lama tidak menggunakan kekuatan internalku, apa kau sudah cukup yakin menghadapiku?" Ariza berkata dengan suara yang seperti terdistorsi. Warna indigo yang menyelimuti wajahnya membuatnya terlihat abstrak dan berbahaya. Aura membunuh mulai memenuhi udara.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
HATI ADINDA

HATI ADINDA

usap Kairo rambut Dinda, mereka sangat menikmati suasana pantai pasir putih yang sepi itu, dimana matahari pun mulai meredup membuat keduanya begitu menikmati, membiarkan kaki hingga tubuh mereka diterpa buih-buih dari ombak menatap pada langit yang cerah. “Hemmm… Mas, nanti kasih nama anak kita biru ya kalau laki-laki, kalau perempuan putih.” Kairo sontak saja tertawa, “Kenapa harus warna?” Adinda mengulas senyuman, “Entahlah suka saja melihat awan putih dan lautan biru.” “Terus anak ketiga boleh warna kesukaan saya, kuning?” “Enggak! Enggak! Masalah nama pokoknya jatah saya, apaan itu kuning nanti diplesetin sama teman-temannya eh tai…tai….”
1035.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai ira indigo
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status