HATI ADINDA
usap Kairo rambut Dinda, mereka sangat menikmati suasana pantai pasir putih yang sepi itu, dimana matahari pun mulai meredup membuat keduanya begitu menikmati, membiarkan kaki hingga tubuh mereka diterpa buih-buih dari ombak menatap pada langit yang cerah.
“Hemmm… Mas, nanti kasih nama anak kita biru ya kalau laki-laki, kalau perempuan putih.”
Kairo sontak saja tertawa, “Kenapa harus warna?”
Adinda mengulas senyuman, “Entahlah suka saja melihat awan putih dan lautan biru.”
“Terus anak ketiga boleh warna kesukaan saya, kuning?”
“Enggak! Enggak! Masalah nama pokoknya jatah saya, apaan itu kuning nanti diplesetin sama teman-temannya eh tai…tai….”
Bab Populer