Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
Dia memberiku isyarat bahwa, “Dia. Perlu. Istirahat.”
“Ya. Baiklah,” kataku, mencoba lebih lembut, “Reila, kau boleh istirahat—maksudku, kau perlu istirahat, dan kau memang harus istirahat. Tak ada lagi yang bisa melakukan ini. Tidak ada yang bisa menyelamatkan tiga orang tanpa petunjuk. Kau sudah melakukan hal luar biasa. Sekarang giliranku. Kau—”
Hot Chapters