TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM
Tes …
Tes …
Tes …
Tetes demi tetes rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Langit malam yang awalnya cerah terang benderang sinar rembulan, tiba-tiba saja berubah diselimuti awan mending yang berwarna hitam pekat. Tentu saja, tetes air hujan yang menyentuh tubuh Qiao Zhi Jing seketika membangunkannya dari lelapnya. Meskipun Qiao Zhi Jing telah menutupi kendi air itu dengan penutup papan kayu, tetapi air hujan tetap berhasil menembus celan papan. Reflek Qiao Zhi Jing membuka netranya seraya menyentuh pipinya yang basah karena tetesan air hujan.
“Hujan? Apa lagi ini? Aisshh … .” Suasana hati Qiao Zhi Jing sangat kesal. Terlalu banyak hal yang menimpanya. Ia sangat frustasi.