Tukang Pijat Tampan
Keringat dingin bercucuran di pelipis pria paruh baya itu.
"Pak Kades? Ada apa? Tenang dulu, Pak, atur napasnya," kata Adit, segera berdiri dan meraih selembar kain lap kumal untuk membersihkan tangannya.
"Desi, Dit... Desi..." Pak Hermawan mencengkeram lengan Adit dengan tubuh gemetar. "Keponakan saya yang masih SMA itu... dia kecelakaan motor saat pulang sekolah tadi. Sekarang posisinya sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah di kota kecamatan. Dokter bilang keadaannya kritis, ada pendarahan hebat di dalam kepalanya..."