LOGINMary dan Jung Soo, dua orang yang terpisah bertemu kembali dengan kondisi yang berbeda. Mary yang kehilangan ingatannya sementara Jung Soo baru saja bercerai. Mary dan Jung Soo sama- sama menyimpan harapan terhadap satu sama lain. Mereka berharap bisa menemukan kebahagiaan yang pernah mereka buat bersama lagi. Tapi tidak mudah. Jung Soo masih merasa bersalah karena kecelakaan yang menimpa Mary dan juga perceraiannya. Sementara sosok Lee Joon Hee datang ke kehidupan Mary dan mulai mewarnai kehidupan Mary. Baik Jung Soo ataupun Joon Hee, keduanya membuat Mary tak sabar dengan masa depannya. Mary berada dalam pilihan antara siapa yang ia butuhkan dan siapa yang ia inginkan.
View More“Matahariku tertutupi awan kelabu yang sebentar lagi menurunkan hujan.”Jika saja keributan tadi siang tidak melibatkan adiknya, mungkin Justin tidak akan segera berlari menuju ruangannya di tengah kesibukan dapurnya. Saat ia sampai, pintu ruangannya masih terkunci. Dari luar, ia dapat menangkap suara tangisan Mary.Walaupun Justin belum mendengar kronologi kejadian siang secara detail, tapi ia yakin bahwa kejadian tadi pasti menyakiti adiknya. Beruntung karena saat kejadian itu Mary sedang bersama dengan Joon. Ia harap tinju Joon benar-benar setimpal dengan apa yang menyakiti adiknya.Tangan Justin terangkat untuk mengetuk pintu ruangannya, tapi terhenti di udara. Sebaiknya ia tidak memburu Mary dengan banyak pertanyaan terlebih dahulu. Justin memutuskan untuk melangkah mundur dan kembali ke dapur dengan langkah berat.“Bagaimana? Apa yang terjadi?” tanya Jung Soo yang mengambil alih pos Justin. Sahabatnya itu mendorong piring yang sudah siap pada pelayan di depannya.Dengan wajah mu
“Hidupnya seperti jejak di atas pasir yang menghilang saat angin bertiup kencang. Tersesat tanpa arah.”Kedua tangan Mary dan Joon otomatis terangkat saat Joon Hee membunyikan klaksonnya saat akan keluar dari area parkir restoran. Joon merangkul Mary kembali masuk ke dalam restoran.Setelah menyadari apa yang terjadi saat obrolan setelah makan siang mereka tadi, Mary cenderung banyak diam. Joon berusaha sebaik mungkin mengontrol suasana agar Joon Hee tidak bertanya lebih lanjut mengenai perubahan suasana hati Mary.“Kau yakin tidak ingin pergi ke suatu tempat yang bisa membuat suasana hatimu lebih baik?” Joon masih merasa cukup khawatir, mengingat ini adalah pertama kalinya Mary mulai mengingat satu potongan memorinya sejak kecelakaan itu terjadi.“Aku baik-baik saja,” jawab Mary pada akhirnya lalu memaksakan sebuah senyuman kecil terbingkai di wajah lesunya.“Apa sebaiknya aku panggil kakakmu? Ah tidak, bagaimana dengan Park Jung Soo?” kali ini Joon berusaha membuat nada bicaranya te
“Tidak ada yang tidak mungkin, begitulah hidup berjalan.”“Baiklah, aku akan berhenti menggoda kalian,” Joon Hee meneguk segelas airnya. “Jadi, kau berencana pergi kemana saja, hyung?” tanya Joon.Kedua bahu Joon Hee terangkat. “Setelah dari pernikahan Joanna, aku dan teman- teman yang lain berencana ke Snowdonia. Kalian punya rekomendasi tempat yang harus aku kunjungi?”“CORNWALL!” seru Mary dan Joon bersamaan. Keduanya saling menatap kemudian melakukan tos.“Bagaimana kalau kita pergi bersama?” saran Joon Hee. “Minggu depan?”“Hmm, minggu depan kami sepertinya masih di Lundy,” jawab Mary.“Lundy? Dimana itu?” tanya Joon Hee.“Di tengah Selat Bristol. Lundy adalah pulau terpencil tanpa akses komunikasi dan transportasi,” jelas Joon.Seorang pelayan menghampiri mereka dan mengangkat piring- piring kotor mereka.“Wah, sangat menarik! Berapa lama kalian akan tinggal di sana?” Joon Hee menyender pada kursinya dan menggosok dagunya dengan jari telunjuknya.“Sekitar empat hari tiga malam.
“Sepertinya kau harus berhenti membuatku menahan ujung- ujung bibirku.”Siang ini Joon mengajak Mary dan Joon Hee makan siang bersama di Tapestry Table, sebagai permohonan maafnya karena tidak menemani Mary berdiskusi dengan Joana dan mengabaikan pesan- pesan Joon Hee. Mary baru saja menutup pintu rumahnya saat mobil SUV hitam masuk ke pekarangan rumahnya. Ia sama sekali tidak mengenali mobil itu hingga jendela supir terbuka dan..“Hai, sudah lama menunggu nona?” seru Joon Hee saat membuka kaca mata hitamnya dengan senyum manis yang menunjukan kedua lesung pipinya. Lelaki dengan kemeja putih gading berbahan linen dengan motif salur dan celana dengan warna senada itu keluar dari mobilnya.Dahi Mary berkerut saat menyadari bagaimana warna spaghetti strap dress berbahan katun yang melapisi kaos hitamnya itu senada dengan kemeja Joon Hee. “Wah, apa ini takdir?”“Kau tau apa yang lebih mengejutkan?” Joon Hee berdiri dengan satu tangan masuk ke saku celananya. Lelaki itu membuka pintu mobil






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.