Jiwa Yang Terluka
"Santai gundulmu Es. Lo pikir gampang ngurus pekerjaan, andai semudah melepas bajumu nggak perlu kali gue begadang setiap malam."
"Kak Al mulutnya, astaga!"
"Sorry El, yang tadi typo, anggap saja seperti itu," diiringi kekehan geli darinya.
Ditengah-tengah perbincangan antara ketiganya, terdengar suara seseorang yang sedang menekan bel apartemen. Ellea berinisiatif untuk melihat siapa yang datang berkunjung, sebab dirinya juga Ale tidak ada janji temu dengan siapa pun hari ini.