Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta Sagita

Cinta Sagita

Risa berkata sambil memasang wajah iba. Orang yang sedang mereka ajak bicara, namanya Pak Bay. Lengkapnya Bayana Adana. Dipanggilnya Pak Bay. Dialah yang merekomendasikan Sagita untuk bisa ke Australia. Masih muda, umurnya masih di angka 37 tahun.
1015.0K viewsCompletedAdded to Library 568 Times as jaga baya
Read
+Library
GAIRAH MASA LAJANG

GAIRAH MASA LAJANG

Bu Dola menjewer kuping ku. “Aduh, sakit Bu!” Aku meringis. “Biarin aja sakit! Dari pada lambungmu sakit nanti, mending aku jewer kupingmu! Supaya kamu sadar kalau menunda-nunda makan itu bisa menimbulkan penyakit maag!” hardik Bu Dola posisi tangannya masih menjewer telinga ku. “Iya Bu, ampun! Aku janji nggak akan ngulanginya lagi,” seiring ucapan ku itu, barulah Bu Dola lepaskan tangannya dari telinga ku.
1034.3K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as jaga baya
Read
+Library
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Sesuatu di dalam dada Jagara runtuh. Ia meraih ponselnya dengan tangan sedikit gemetar, menelepon Raya sekali lagi. Pesan suara kembali menyambutnya. Kali ini, bunyinya terdengar seperti penegasan, bukan kebetulan. Jagara keluar dari rumah sakit dengan langkah tergesa, hampir berlari. Baim yang menunggunya langsung berdiri. “Raya pergi,” ujar Jagara dengan suara pecah, jauh berbeda dari nada tegasnya sepanjang hari. “Cari tahu dia di mana.”
102.5K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as jaga baya
Read
+Library
Terjebak Gairah Paman Billionaire

Terjebak Gairah Paman Billionaire

kata Oriaga. "Lalu, apa mungkin Oom yang ngelindur?" Oriaga tertawa kecil, bukannya menjawab dia malah membuang pandangan ke arah laut lalu melepas pegangan tangannya ke Shanaya untuk mengusap lengan. "Dingin sekali di sini, ayo kembali ke kamar. Apa kamu tidak sadar aku ini sudah hampir 42 tahun. Aku sudah tidak sebugar pria dewasa pada umumnya," Oriaga melebih-lebihkan ucapannya. Dan bicara soal kebugaran membuat Oriaga tiba-tiba mengingat jadwal check up rutin yang harus dia lakukan dan ingin bertanya pada Aston.
10102.2K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as jaga baya
Read
+Library
LONELY TOGETHER

LONELY TOGETHER

Raga sudah mendekati Ibunya untuk memberikan kado sementara bucket bunga itu, Gaia pada akhirnya menyampaikan pada Ibu Raga. “Ini, Gia ya? Eh siapa?” Ibu Raga terlihat tersenyum setelah menyampaikan terimakasih. Tangan Gaia masih tertahan ketika wanita berkerudung itu bertanya. “Iya Bu, Gia boleh. Gaia juga bisa.” Wanita yang hari ini berusia 75tahun itu tersenyum. “Datang sama Raga?” Laki-laki yang ada di samping Gaia mengangguk ketika mendengar pertanyaan Ibunya.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as jaga baya
Read
+Library
Posessive Husband

Posessive Husband

“Jelek-jelek gini di mata Mas Gara, ini hadiah dari Dion, hadiah ulang tahun pertama di usiaku yang ke 20 tahun. Emangnya, situ, jangankan hadiah, ngucapin selamat ulang tahun aja kaga!” Sagara melipat tangannya di depan dada, menatap datar ke arah Qaiyara. “Selamat ulang tahun istriku, udah kan? Sekarang ganti bajunya! Aku nggak suka lihat kamu pake baju itu, apalagi pemberian si kecebong liar!” perintah Sagara terdengar tegas dan ada nada Jealous. Qaiyara terkekeh, “Dih, posesif banget sih jadi orang!”
10822 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as jaga baya
Read
+Library
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

--- ### **Epilog Bab 44: Menuju Negeri Gajah Putih** Saat mereka berenang menuju tepi danau, matahari pagi mulai menyinari hutan Sa Pa. Jagad memimpin mereka keluar dari air, tubuhnya kini bergerak dengan kelincahan seorang atlet profesional yang sudah kembali. "Tangan lo beneran oke, Gad?" tanya Bagas sambil terengah-engah. Jagad melakukan *crossover* cepat di atas tanah berlumpur, lalu menatap tangannya. "Lebih dari oke, Gas. Gue ngerasa kayak baru lahir lagi."
943 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as jaga baya
Read
+Library
Ayah Jagoan Yang Menyamar

Ayah Jagoan Yang Menyamar

“Astaga! Kau sekarang berubah, Qiarra! Biasanya kau pakai lipstik dan tepung di wajah. Kenapa sekarang kau malah tampil natural?” Bola mata Rya membelalak lebar seperti telur mata sapi. “Kau jauh lebih dewasa sekarang. Apa yang telah merasuki mu, Qiarra?” Jika biasanya saat diejek dan ditertawakan Qiarra bersedih dan cuek, sekarang tidak, dia menegarkan diri dan menguatkan hatinya. Dia menegakkan kepalanya dan tetap berjalan dengan anggun, tidak seperti anak kecil lagi.
1013.7K viewsCompletedAdded to Library 437 Times as jaga baya
Read
+Library
Biar Kubayar Cincin Untuk Jalangmu

Biar Kubayar Cincin Untuk Jalangmu

"Baiklah, Bunda. Kalau begitu bunda nikah aja sama Om Eko biar Papa nggak datang-datang lagi untuk ganggu bunda." "Insya Allah, secepatnya." * Tiga Minggu setelah percakapan dengan anak anak dan Mas Alvin, kulangsungkan hari yang telah lama kutunggu tunggu. Di depan kaca, diri ini membantu diri menggunakan kebaya berwarna dusty pink serta hiasan konde dan kembang goyang khas Jawa. Riasanku juga dibuat cukup glamor dan cantik sehingga aku merasa bahwa hari ini aku telah menjadi wanita paling istimewa.
5.738.9K viewsCompletedAdded to Library 778 Times as jaga baya
Read
+Library
Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti CEO Arogan

Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti CEO Arogan

“Ya. Kita pergi sama-sama.” Meta tersenyum, matanya sedikit berbinar mendengar rencana itu. “Oh, Jihan. Aku lupa memberitahumu sesuatu,” katanya tiba-tiba, nadanya sedikit menggoda. “Apa lagi, Meta?” tanya Jihan, mencoba terdengar santai, meski tangannya sibuk mengatur dokumen di meja. “Ada GA baru. Kemungkinan dua hari lagi bakal dikenalin sama Pak Bayu,” kata Meta dengan nada penuh semangat. “Katanya sih ganteng pake banget. Gak jauh beda sama CEO kita.”
105.1K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as jaga baya
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status