Kejamnya Mulut Suamiku
Jarinya tersangkut dua kali, napasnya masih naik turun tidak teratur, dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.
Panggilan dari Rina masih berdering. Rendra tahu ia tidak bisa membiarkannya masuk ke pesan suara—itu hanya akan membuat Rina semakin curiga. Dengan tangan yang masih bergetar, ia duduk kembali di kursi, menyandarkan punggungnya sejenak untuk menenangkan detak jantung yang seolah mau melompat keluar dada, lalu menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu. Ia menempelkan ponsel ke telinganya, berusaha sekuat tenaga agar suaranya terdengar normal, namun gagal total.
"Halo... sayang ?" suaranya terdengar berat, serak, dan sedikit terputus-putus.
Hot Chapters