Istri Keempat
Galih yang tengah mengawasi para pekerja mengangkut karung berisi jagung yang telah dipanen ke mobil box untuk dibawa ke gudang, menyapa Sakha yang baru sampai.
"Malam ini," kata Sakha setelah berdiri di samping Galih.
"Kenapa, Tuan?" tanya Galih bingung.
"Kamu pergi ke rumah RT itu lagi dan tagih janjinya," jawab Sakha.
Galih berdehem. "Apa Tuan tidak mau mengenal calon istri Tuan lebih dulu?"
"Saya tidak punya waktu karena besok sore saya harus sudah tiba di Jakarta," sahut Sakha. "Tapi satu hal," lanjutnya, memberi jeda, "saya ingin kamu menilai mereka untuk saya."