Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Investor Asing

Investor Asing

“Nah, setelah itu kita bisa ke Museum Nasional Indonesia. Di sana banyak benda-benda kuno, sejarah kerajaan Nusantara, dan patung-patung bersejarah.” “Kalau yang seru buat foto-foto ada tidak?” Ana kembali bertanya antusias. Aim yang sejak tadi fokus menyetir ikut tersenyum kecil dari kaca depan. “Kalau itu,” lanjut Bunda Zayna sambil tertawa pelan, “kita bisa jalan-jalan sore di kawasan Kota Tua Jakarta. Banyak bangunan zaman dulu, museum, dan suasananya bagus sekali.”
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Sehangat Dekapan Mantan

Sehangat Dekapan Mantan

Mobil yang dikendarai Jagara melaju mulus di jalanan malam, menembus hiruk pikuk kota yang mulai mereda. Raya bersenandung pelan di balik kursi penumpang, sebuah melodi lama yang ia lupakan liriknya namun nadanya masih melekat di ingatan. Malam ini, setelah shift-nya yang melelahkan berakhir, Jagara mengajaknya ke tempat favorit mereka dahulu, sebuah toko thrifting di kawasan tua.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Before You Leave

Before You Leave

Ia melihat, itu dari Rara. "Halo Ay." Kata Rara. "Kenapa ?" Tanya Aya. "Jalan-jalan yuk." Tanya Rara. "Ga dulu deh kalau buat sekarang ini, lo ngajak Ola aja." Kata Aya. "Alah apa, dia malah jalan sama Rico." Kata Rara. "Apa iya ?" Tanya Aya. "Iya, tadi dia bilang ke gw waktu gw ajak dia buat jalan." Kata Rara.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Pernikahan Luka

Pernikahan Luka

Dia akan berusaha melupakan semua kenangan tentang Aji. "Bu, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Bali, yuk. Dewi kepengen banget jalan-jalan ke pulau Dewata. "Ibu lagi nggak punya duit lho, Nduk. Kalau mau jalan ke Bali kan harus pegang uang banyak." ucap ibunya pesimis.
987 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda

Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda

jawab Tania sigap. Lala manggut-manggut. “Sebaya, dong. Aku juga seperempat abad. Ya, udah. Kita adalah teman. Dan tolong jangan pakai Anda-saya, ya. Aku-kamu aja cukup. Kalau mau lo-gue juga boleh. Aku lama di Jakarta, nggak masalah berlo-gue sama kamu.” Tania mengangguk. “Kalau begitu, aku akan menemani kamu jalan-jalan hari ini. Apakah ada jadwal yang bisa aku periksa lebih dulu?”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
SWEETHEART MAFIA

SWEETHEART MAFIA

"Heum! Keren ya ..." Yang mereka lihat tentu bukan hal-hal spektakuler, melainkan jalanan yang agak amburadul dan macet, ramainya pejalan kaki sampai pedagang kaki lima. Namun bagi orang yang melihat hal baru tentulah ini juga pengalaman yang seru. "Keren! Liat itu, Del! Aku udah lama nggak meliat mal. Keren banget mal nya!" seru Aiza.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 513 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

ucap Jalu pada tiga rekan seperjalanannya itu. Jujur saja Jalu sudah kangen juga berjalan-jalan seperti dulu di tengah keramaian kotaraja, lalu makan bersama di rumah makan. Hal yang sudah cukup lama tak dilakukannya. Mereka pun berjalan-jalan melihat kesibukkan serta keramaian di kotaraja Warasaba itu. Selama perjalanan Kirana dan Ranti asik berbicara berdua di belakang Jalu dan Jaya, sementara Jalu pun nampak akur ngobrol dengan Jaya.
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Tuan Dingin & Nyonya Luka

Tuan Dingin & Nyonya Luka

“Tidak usah, Kak. Aku hari ini akan kembali ke Jakarta.” “Kenapa tidak istirahat dulu, Ji?” Dila berusaha membujuk. Tiba-tiba, Pak Ali meraih ponsel itu. Dengan nada bijak dan penuh wibawa, ia sendiri yang berbicara. Kata-kata belasungkawa keluar dari bibirnya, diikuti permintaan agar Jifanya tidak tergesa kembali ke Jakarta. “Setidaknya tunggulah tujuh harian nenekmu. Jangan tinggalkan rumah ini terlalu cepat.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Kisah Cinta Si Ahli Membuat Batasan

Kisah Cinta Si Ahli Membuat Batasan

“Maaf! Iya, iya, gue ke sana sekarang.” “Pake apa? Jalan kaki? Kapan nyampenya? Nanti kamu nyangkut lagi ke tempat lain,” omel Dini lebih lanjut. “Terus mau pake apa? Terbang? Mana bisa?” sambung Aji ikut tersulut emosi.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status