Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Suamiku Bukan Petani Teh Biasa

Ia menghampiri seorang ibu yang berjalan di sisi jalan. Ibu-ibu aneh yang tadi, batin Lara. "Selamat pagi, Bu Jujuk. Baru pulang dari Jakarta ya? Kok Ibu jalan kaki ke rumah?" Ibu ini bernama Jujuk rupanya. "Tadi Ibu di jemput Fuad. Tapi motornya malah mogok. Ya sudah Ibu jalan kaki saja sekalian olah raga." "Oh. Pantesan. Ibu akan berlebaran di sini ya ?" tebak Ahsan.
1043.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
love81
kok AQ dukung Mila milih pisah ya, soalnya kshn dia trus dpt mslh, terakhir anaknya diculik dn gila bnget ancemanya, sbg ibu psti trauma lah, kali aja pisahnya sementara yeee kan thoor semangat thorrr...
Baca Semua Ulasan

Maaf, Sudah Berlalu

Permainan Ludo yang dulu sering kami mainkan bersama juga sudah berdebu. Aku mengemas semuanya satu per satu ke dalam kantong. Terakhir, aku menggendong kantong hitam yang berat, membuang semua perasaanku selama sepuluh tahun ini ke tempat sampah. Sekarang rumah yang kosong ini seperti hatiku yang sudah aku bersihkan. Aku membuka status WhatsApp. Semua orang memposting video Leon dan Cindy yang menari Waltz di pesta. Mereka menari di lantai dansa dengan anggun.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

Jangan Dikeluarin Dulu, Dok!

Nayla berbicara lirih pada liontin itu. "Kamu ingat nggak sih? Dulu kamu pernah bilang, kalau nanti kita sama-sama udah dewasa, kamu bakalan ajak aku keliling danau terbesar di Jakarta. Tapi kamu hilang gitu aja, ninggalin aku sendirian di desa. Setelah aku dewasa, aku nekat ke Jakarta buat cari kamu. Sampai akhirnya aku menemukan danau terbesar ini."
10387.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.1K kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

Dia sudah mengirim pesan pada Mbak Jum agar menyiapkan Rafi untuj dia ajak jalan-jalan malam ini. Sepanjang perjalanan, Luna tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Bayangan wajah ceria Rafi yang pasti akan kegirangan diajak jalan-jalan membuatnya semakin tidak sabar untuk tiba di rumah orang tuanya. Jalanan cukup padat sore itu, tapi tidak sampai membuatnya terjebak macet yang parah. Sesekali, dia melirik ponselnya yang tergeletak di kursi penumpang, memastikan tidak ada pesan baru.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

Dia hanya berjalan saja tanpa mau melihat ujung jalan yang dilaluinya berakhir dimana. Kalau kata orang Jawa 'penting dilakoni wae' alias yang penting dijalani saja. "Saya jalan dulu," pamit Satria. "Loh, jalan? Gak bawa mobil?" Pertanyaan Nasha yang disertai raut wajah kaget tersebut membuat Satria gemas dan berakhir meraup wajah Nasha dengan tangan besarnya. Mengundang gelak tawa dari Nasha yang tentu saja kalimatnya tadi candaan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
LELAKI YANG TERKHIANATI

LELAKI YANG TERKHIANATI

Tarno mengawali pembicaraan dengan Lastri membahas rencana jalan-jalan hari minggu besok bersama anak-anak. “Oh ya? Lalu kita akan pergi ke mana besok minggu? Apakah Kamu sudah bertanya pada mereka ingin pergi ke mana?” “Sudah. Katanya mereka ingin ke mall lagi.” “Mall? Memangnya mereka tidak bosan pergi ke mall?” Lastri merasa heran kenapa Dila dan Dinda sangat senang pergi ke mall. Padahal dua minggu lalu mereka baru saja dari sana. Kenapa mereka tidak mengajak ke taman hiburan atau ke pantai misalnya. Bukankah hal itu lebih menyenangkan daripada hanya berkeliling dari sebuah toko ke toko yang lain.
9.614.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

sahutku, pura-pura merajuk. Mendengar ‘ancamanku’, kulihat Elis sedikit tersenyum. “Iya deh, Elis maafin Aa. Tapi janji, jangan diulangin sekali lagi.” “Alhamdulillaah, berarti Aa udah bisa nemenin Elis lagi kemana-mana seperti dulu?” ucapku spontan karena girangnya. "Memangnya Aa senang jadi tukang ojeknya Elis?” gadis itu tersenyum geli. “Elis kira, Aa tuh sebel sering dimintain tolong nganterin Elis sama Bapak, sama Umi,”
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Tajir

Terpikat Janda Tajir

Alex menyeringai lebar karena telah salah sebut istilah. "Nih, lewat jalan sini aja, kita potong jalan. Semoga jalan tembus ini masih sama seperti empat tahun lalu." Jaja memberikan rute lain agar mereka tidak terjebak macet. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu Yasmin. ****
9.4138.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Cowok Metropolitan Masuk Kampung

Cowok Metropolitan Masuk Kampung

Wulan benar-benar takut dan tidak enak duduk. "Gak usah, gue bisa kok jalan sini. Lo jangan ngeremehin gue karena jalanan di Jakarta gak ada yang kayak gini, ya. Gini-gini juga gue tuh tukang balap motor cross. Lo pegangan ya, tapi jangan pegangan ke belakang, ntar yang ada lo ngejengkang." Wulan mengembuskan napas. Tanpa sadar ia sedikit menjambak kemeja batik Ezra.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai jalan dulu aja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status