KEMBALINYA SANG RATU
Langit yang ia bawa ternyata telah menyapa langit lain.
Sore itu, ia bertemu dengan seorang pemuda dari Uzbekistan yang sedang meneliti hubungan Jalur Sutra dengan spiritualitas Asia. “Kau tahu,” kata pemuda itu, “dulu Jalur Sutra bukan hanya jalur dagang. Ia jalur budaya, jalur cinta, jalur doa.”
Mereka berdiskusi tentang kemungkinan membangun Jalur Langit Baru—bukan berbasis tarif, bukan dominasi korporasi, melainkan pertukaran nilai, kebijaksanaan, dan keberlanjutan.