Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Daughter's Teacher

My Daughter's Teacher

Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan jam. “Jam delapan?” gumam Jasmine. Buru-buru ia menurunkan kakinya menyentuh lantai tapi saat ia hendak berjalan, ia merasa sangat nyeri di bagian pangkal pahanya hingga ia meringis tertahan. “Ssshhh ... perih banget sih.” Jasmine kembali mendudukan tubuhnya di tepi ranjang. “Sayang, kamu nggak pa-pa?” Jagat langsung berjalan cepat menghampiri Jasmine yang masih terlihat meringis kesakitan.
1023.8K viewsCompletedAdded to Library 665 Times as jam 13
Read
+Library
Mendadak Menikahi Dokter Kaya Misterius

Mendadak Menikahi Dokter Kaya Misterius

ujar Jamal, laki-laki tua yang masih berbadan sehat dan tidak bongkok sama sekali, meski rambutnya telah berubah putih semua. Dengan kemeja pantai bermotif bunga-bunga, laki-laki itu beranjak pergi. Masuk ke dalam mobilnya yang telah ditunggui seorang supir. Meninggalkan sosok berpakaian serba hitam yang mengawasi dengan bibir menyeringai. Hotel Martha. Jamal membuka pintu kamar nomor 135 dengan kunci yang ada padanya. Ia sama sekali tak dikawal anak buah. Untuk menemui seorang wanita, ia tak perlu penjagaan.
9.86.2K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as jam 13
Read
+Library
Terjerat Daun Muda

Terjerat Daun Muda

Jauhari : Wassalam. Jatmika : Khatam. Setiadi : Tamat. Hisyam : The end.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as jam 13
Read
+Library
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

gumam Jihan sambil memutar kunci di tangannya. "Percaya aja, Han. Kekuatan viral dan koneksi bokap gue emang kombo yang nggak masuk akal," sahut Jagad dari belakang. Dia membawa sekotak perlengkapan baru—bola-bola basket yang masih bau karet baru dan beberapa stand mikrofon.
762 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as jam 13
Read
+Library
Tujuh Tahun Yang Suram

Tujuh Tahun Yang Suram

“Jam berapa sekarang?” “jam dua mas.” Nafia menunjukkan waktu di ponselnya pada Arga. “Ayo!.” “kemana mas?,” bingung Nafia mau diajak kemana dirinya pagi buta ini. “Sekali lagi sayang.” Ucap Arga sambil tangannya sudah menjalar kemana – mana ditubuh istrinya. “Ih tadi kan udah tiga kali, Mas.” Protes Nafia. “Belum lima kali.”
1056.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as jam 13
Read
+Library
PURA PURA JADIAN

PURA PURA JADIAN

Jam istirahat baru saja dimulai, dan aku sedang menuju kantin, menatap ponselku untuk melihat pesan dari Reyhan, ketika aku mendengar suara yang sangat familiar. "Reyhan, ya?" suara itu terdengar manis, dan aku mengenalnya. Clarissa. Dia sedang berbicara dengan Reyhan, berdiri cukup dekat dengannya. "Aku dengar kamu jago basket. Aku juga suka basket, lho."
1.0K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as jam 13
Read
+Library
Cinta Lima Belas Tahun

Cinta Lima Belas Tahun

"Maksudku, hari Jumat tanggal berapa." "Jumat, 25 Maret 2011." Bagas menatapku sambil tersenyum lucu, "Kalau kamu nggak bilang, aku hampir lupa bahwa besok adalah hari ulang tahunmu." Tahun 2011? Aku tertegun selama beberapa detik, lalu tiba-tiba mencubit pahaku. Rasa sakit yang menyengat hampir membuatku meneteskan air mata.
9.7K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as jam 13
Read
+Library
CEO Kejam yang Jatuh Cinta

CEO Kejam yang Jatuh Cinta

ujar Sean sembari menatap ke arah Putra yang kini sedang berdiri di hadapannya. Tidak seperti Valerie yang langsung memberikan jawaban, Putra hanya menganggukan kepalanya dengan mantap. Tidak ada alasan untuk berbohong saat ini. Karena masih merasa ragu dan tidak percaya, Sean lantas beralih menatap ke arah jam dinding yang tergantung di sana. Jam itu sudah menunjukkan pukul lima sore saat ini. “Selamat, kamu baru saja memecahkan rekor baru hari ini,” ucap Valerie yang kini sudah berada di dekat Sean lagi. “Jadi, mari kita pulang,” sambung Valerie.
4.0K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as jam 13
Read
+Library
Bangkitnya Istri Buta yang Dikhianati

Bangkitnya Istri Buta yang Dikhianati

Tamara melepas ciuman, menatap wajah Liam serius. “Ada apa?” tanya Liam penasaran. “Janji kamu tidak marah.” Liam menghela nafas panjang. “Baiklah, aku tidak akan marah.” “Aku menyuruh seseorang untuk menyerang Jia, dan orang itu dengan pasti mengatakan kalau Jia tidak buta.” “Apa kamu punya bukti?” Tamara menggeleng pelan, seraya berkata. "Beberapa serangan berhasil dielakkan oleh Jia."
104.1K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as jam 13
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status