Seribu Pintu Sindukala
Dalam pandangan Marsala, semua yang ada di sekelilingnya, kini terurai menjadi lingkaran-lingkaran aneka warna dan cahaya, tenggelam dalam air mata yang panas dan menyakitkan.
* * *
“Kamu tahu?” ujar Arabela, pandangannya menerawang keluar jendela, di mana hujan deras belum juga reda, sedangkan Raesaka mengusap air matanya, ingin menepis bayangan ibunya yang berada di dalam sel tahanan (di mana ia sudah pernah melihatnya gara-gara peristiwa penembakan itu bertahun-tahun lalu). “Kadang-kadang di dunia ini, ada segelintir orang licik dan licin seperti belut saat dimintai pertanggungjawaban, di mana jalan bagi mereka untuk kabur terbuka lebar. Sementara orang-orang yang jujur, malah dibikin sus
Hot Chapters