Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

“Mm-hm. Dan kamu sendiri yang selalu meminta begitu.” Seketika, tawa Davin meledak. Bukan tawa bahagia, melainkan tawa yang terdengar aneh seolah-olah hal yang Davin dengar adalah sesuatu yang konyol. Meski bukan tertawa karena bahagia, akan tetapi Jingga senang melihat pria itu tertawa kembali. Begini lebih baik, pikir Jingga. Daripada ia harus melihat Davin memejamkan mata terus menerus dalam kondisi tubuh lemah tanpa kepastian.
10220.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.7K kali sebagai jam dinding pun tertawa
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
seru banget sama alur ceritanya. tegangnya dapet. bapernya dapet.pokonya bisa bikin nangis,marah,senyum² sendiri juga kadang bikin ngakak. selalu bikin kangen nunggu lanjutan up bab selanjutnya. suka banget sama karya kak Rosa Uchiyamana. i love you
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Baca Semua Ulasan
Pengantin Pewaris Cavendish

Pengantin Pewaris Cavendish

Jantungnya berdentum di telinga—karena nyawanya… barusan hampir dicabut. Tapi Jaiden hanya tertawa. Tawa rendah dan ringan, seolah yang baru saja terjadi tak lebih dari permainan catur sore hari. Dan yang lebih gila lagi—dia terlihat puas. Bukan karena Juliete menangis. Tapi karena ia tidak menangis. Wajahnya tidak pucat. Tatapannya masih tajam. Mulutnya masih berani menyebutnya gila. Menarik. Sangat menarik.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak Presdir Posesif

Melahirkan Anak Presdir Posesif

Ziyon dan kedua rekannya tertawa puas, suara mereka menggema di antara dinding tebing yang curam. Tawa itu bukan sekadar luapan kegembiraan, melainkan ejekan yang menyayat—sebuah perayaan atas keberhasilan mereka menyingkirkan Dareen.
1041.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 826 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
Cinderella, Mah, Apa Atuh?

Cinderella, Mah, Apa Atuh?

tolak gadis itu disertai guyonan. Jean, cowok dengan tatapan seteduh pohon rindang itu tertawa sesaat. Menciptakan garis lengkung yang membuat siapa pun menarik kedua sudut bibir untuk ikut tersenyum. Ia berujar, "Oke, oke, kalo gitu aku lanjutin kerjaan dulu. Yang sabar, ya, nunggunya."
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Kyuni Chan
Alhamdulillah, bisa double update lagi per hari. Yeay! Terjawab sudah pertanyaan di bab 15 wkwkwk. Hayuk, dibaca Sayangku, Cintaku, Readers terhormatku. Jangan sampai ketinggalan 😆❤ Love Regards, Kyuni Chan
Khoirul N.
Ceritanya unik dan lucu. Sangat menarik untuk dibaca. Sedikit saran kaka: 1. Bagian sinopsis kyknya perlu diperjelas kalo si tokoh panggilannya Rella. Agak yuut, pas liat nama Rella. Ini siapa? Oh, nama panggilannya. 2. Kasih enter agak jauh antarparagraf Kaka. Biar gk rempet, jd tmbah enak bacanya
Baca Semua Ulasan
Sang Pewaris Konsorsium

Sang Pewaris Konsorsium

Dia menelan ludah dan melambaikan lengannya, mencoba tetap tidak mencolok sebisa mungkin. Seperti yang diduga, tidak ada yang terjadi dan dia menggigit bibirnya. Kemudian, dia memandang kembali ke dinding. Sebelum dia menyadari apa yang telah terjadi, retakan tersebar di dinding itu dan dinding itu hancur menjadi berkeping-keping.
995.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
Status Janda, Bikin Resah!

Status Janda, Bikin Resah!

Tapi kok, aku merasa ada yang kurang ya? Hem, si Dudu. Aku baru inget lagi. Ternyata, yang kurang adalah sosok si Dudu. Apa kabar ya, dia sekarang? Apa adiknya udah beres di sunatnya? Baru gak ketemu si Dudu sehari aja, udah berasa ada yang kurang. Mata ini melirik ke arah dinding. Di mana di sana terletak sebuah jam usang yang usianya sudah tua. Bukan cicak yang menempel di dinding dan siap melahap nyamuk yang hinggap di dekatnya.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

Bunyi gesekan pintu membuka dan kemudian menabrak dinding pun terdengar. SREET… BRAK.. Roman dan Riki pun melihat ke arah Jazlan dengan ekspresi heran. ‘Sial benar aku malam ini!’ gumam Jazlan dalam hati sambil berekspresi penuh penyesalan dan kesal sekali pada dirinya sendiri. ***
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Tuan Muda Keluarga Terkaya

Mendadak Jadi Tuan Muda Keluarga Terkaya

teriak Swardi dari tengah lapangan. "Kak Swardi, kulihat mereka ketakutan sampai nggak berani maju!" "Hahahaha!" Seluruh anggota lain yang berdiri di belakang Swardi tertawa terbahak-bahak. Saat mendengar suara tertawa mereka yang menyebalkan, raut wajah Josh menjadi semakin suram. "Aku jamin, seberapa besar suara tertawa kalian sekarang, seberapa buruk pula kalian akan menangis nantinya!" gumam Josh sambil menyipitkan matanya.
9.928.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 686 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Diandra jadi betah melihat wajah Adam yang cemberut tak berani melakukan apapun padahal dia sudah kelaparan. ”Kenapa kamu tertawa begitu Diandra, kamu mau menghinaku?” ”Tidak, Tidak... tidak apa – apa,” namun karena nadanya semakin jelas, Diandra malah semakin terkekeh saja. Tidak segera mengambil piring seperti bi Jamilah, melainkan masih menahan tawanya.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
Toga Pengorbanan Mama

Toga Pengorbanan Mama

Dan tiba - tiba dinda berkata : "Yah kita tiap hari nanti jalan - jalan ya kayak gini ". Dinda suka !!". ucapnya sambil melompat - lompat . Tertawa riang dan Laras masih mengunyah jagung bakar yang ada di ada dihadapannya
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai jam dinding pun tertawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status