Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

Kinara Setengah Manusia Setengah Burung

Kata-kata manusia elang penuh makna. Tiba-tiba dari bawah tanah muncul sulur-sulur yang melilit tubuh Kinara dan teman-temannya. Ketiganya tidak ada yang bisa bergerak. Manusia elang terbang mengitari calon korbannya. Ia sedang menyeleksi, kira-kira kepala siapa yang cocok untuk dijadikan sebagai pelengkap sesaji. Pisau di tangan kanannya berukuran sedang, terlihat mengkilat dan sangat tajam. Sepertinya mudah sekali digunakan untuk menggorok leher sekaligus memotongnya. “Hei, manusia elang. Mengapa kau korbankan kami demi keegoisanmu? Mari kita pikirkan cara terbaik agar bisa keluar bersama,” ajak Kinara.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

Wang Cun hanya diam sambil melihat dan mendengar suara jeritan penuh dendam kedua Setan. “Apa benar Elmaut berwajah merah berada di kota Yangjumie? Tanya Setan pertama dengan tatapan bengis. “Benar tuan,” jawab Wang Cun.
1014.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Harusnya saat ini dia sudah ditemukan warga setempat lalu dibawa ke istana Pasir. Beberapa prajurit kami tinggal untuk menemani Jaladri, agar dapat memberitahu warga siapa sesungguhnya ia. Maafkan. Semuanya atas perintah Narendra Wyat, yang kewaskitaannya mampu mengetahui akan adanya bencana besar yang bakal memaksanya, untuk kali pertama, turun gunung dan membaur dengan dunia manusia.” Pangeran Wiratmaka kaget ketika mendadak dari arah jendela meluncur seekor burung besar sambil mengeluarkan pekikan keras lalu hinggap di ujung bawah pembaringannya. Ia kaget sekali lagi saat terdengar satu lagi pekikan, dan satu ekor lagi burung besar melesat untuk mendarat di kepala Maesa Alit. Mata pemuda
9.526.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 554 kali sebagai jam kerja mata elang
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Sepagi ini? "Om?" "Yudha. Aku ke sini mau menitip Jeny. Aku harus ke luar kota, ada sedikit pekerjaan. Aku tak mudah percaya pada orang lain dalam merawatnya," ujar Om Demian. Aku mengangguk. Akan menyenangkan bisa melihat elang berwarna cokelat tua dengan bulu berwarna keemasan di bagian belakang kepalanya. Apalagi jika terkena sinar matahari, terlihat bersinar dan elegan sekali. Mungkin itu penyebabnya, spesies mereka disebut elang emas.
10273.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Pengendali Arwah Terakhir

Pengendali Arwah Terakhir

Belati-belati yang asalnya terbuat dari bulu-bulu burung hantu, dengan satu gerakan tangan, menerjang para elang mesin. Setiap hantaman belati yang terbuat dari bulu burung hantu, menimbulkan percikan api dan koyakan di tubuh elang-elang mesin. Eryk yang terus memperhatikan semuanya dari jendela helikopter, mulai resah dan khawatir. “Joker, apa kau sudah siap? Apakah persiapanmu sudah selesai? Mereka tidak mungkin terus menahan para elang-elang mesin itu.”
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Istri Muda sang Hot Duda

Istri Muda sang Hot Duda

Jam kerja kini telah berakhir. Dengan memasang wajah dingin dan datar, Elang nampak gagah melangkah, tanpa peduli pada mata yang menatapnya. Meskipun terkesan angkuh, pria yang usianya hampir 41 tahun itu tetap terlihat mempesona bagi kaum wanita yang saat ini sedang memandangnya.
1048.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Genderang Perang Manusia Elektrokinesis

Genderang Perang Manusia Elektrokinesis

Pak Jamal berkacak pinggang sambil menunjukkan raut muka marah. Di kelasnya, Gian berbisik, “Semoga mereka tidak mati.” “Tidak, tidak akan mati jika kau hanya mengalirkan listrik sekecil itu.” Elang menyahut. Mata Gian melirik Elang di sakunya dan bertanya, “Energiku tadi masih terbilang kecil, yah?”
1016.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Menggoda Suami Majikanku

Menggoda Suami Majikanku

protes Ardha, tak mau kehilangan dukungan putrinya. "Tapi, Mami nyakitin Papi, lho." Wajah si kecil yang menggemaskan membuat kedua orang dewasa itu tertawa. Pada akhirnya, Zanitha pun ikut tertawa. Setelah memakan semua bekal sarapan yang dibuatkan Melati. Elang kembali melanjutkan pekerjaannya sampai jam di dinding ruangan tersebut menunjukkan angka lima yang artinya, sudah saatnya Elang pulang.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Bening berusaha memberi pengertian pada Elang. Wajah Elang keras. Kedua rahang itu menegang. “Kita lihat saja, Kak. Apa perkataan Kak Bening itu benar atau salah. Elang mau berhenti bekerja, dan mau merawat Kanaya sendiri. Jadi Kakak dan Mama tidak perlu repot mencari pembantu. Elang akan berusaha sendiri. Hidup Elang untuk Kanaya selamanya, karena Elang tidak mau mencari pengganti Andini.”
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 865 kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Malaikat Elang

Malaikat Elang

Ω Aku mencoba membuka mataku yang terasa sangat berat, samar-samar aku mendengar suara Ferdi yang tengah mengobrol dengan seseorang yang suaranya tidak asing lagi bagiku, pemilik mata Elang. “Lo udah bangun? Lo napa sih, baru juga hari pertama udah pingsan gimana mau sekolah di sini?. Untung saja tadi,-” “Diam lo cerewet! bentakku kesal. “Bukannya kawatir malah di omelin lagi, udah kayak mak gua aja lo.”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai jam kerja mata elang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status