Istri sebatas harapan
Wajah Farid pias, aku bisa menangkap tanpa ragu.
“Berhijab dong, Mbak. Mau tunggu apa? Tunggu meninggal?” sindirku kepalang kesal. Kedua mata Siska hampir lompat dari kelopaknya. Biarin, katakan aku kasar, aku sudah gerah dengan tingkah lakunya. Kulirik dingin Farid, lalu tak lama tiga perempuan berhijab datang, dari ID Card yang dikenakan, mereka bekerja di gedung sebelah, sepertinya tau info ada bazar mereka mampir ke gedung ini.
Hot Chapters