Mabuk Janda
“Sampai detik ini, dia belum muncul juga. Biar kan saja. Sekarang gua lagi kesensem sama janda itu.”
Gede mengusap wajahnya kasar. Tidak habis pikir dengan sikapku yang bisa dibilang ekstrim. Sebaliknya aku yang masih keukeuh menganggap wanita itu single atau janda. Instingku kuat menginginkannya menjadi istriku, menggantikan Disha di pelaminan nanti. Apapun resikonya akan kutanggung nanti.
Dengan menggunakan mobil yang kami charter selama di Bali, aku dan Gede mengikuti kemana wanita itu pulang.