Baginda, Tuan Putri Merayumu
tambahnya pelan.
“Terima kasih, Tuan,” Yasmin menerima gelas itu. Rasa hangatnya menjalar ke telapak tangannya. Diseesapnya perlahan, dan membiarkan uap hangat menerpa wajahnya.
“Itulah sebabnya,” Hasan kembali duduk di tanah dekat perapian, “jangan pernah menggantungkan harapan terlalu tinggi terhadap manusia, Tuan Putri. Manusia itu makhluk yang mudah berubah-ubah. Hari ini memuja, besok bisa menusuk. Jika sejak awal kita menjadikan mereka pusat semesta kita, makan hati kita akan terasa jauh lebih sakit saat mereka mengecewakan kita.”