BUKAN MENANTU KAYA
“Sudahlah, Dek. Apapun masalah mereka, Mas nggak mau ikut campur.“
“Tapi ...“ Aku menggaruk tengkuk. Bingung harus berkata apa.
“Kan Mas sudah bilang, kalau butuh Mas, mereka harus datang langsung dan minta maaf sama Adek,“ katanya.
“Tapi besok lebaran, Mas. Sudah seharusnya saling memaafkan. Biarkan saja mereka berbuat jahat sama kita, yang penting kita tak berbuat jahat sama oranglain,“ sahutku. Mas Hasan mendengkus. Merebahkan lagi tubuhnya dengan berbantalkan lengan.
“Bukannya kata Mas, yang menggerakkan hati manusia itu Allah? Semoga saja sekarang mereka berubah,“ lanjutku.
Hot Chapters