Saat Janji Manismu Tak Lagi Berarti
Nada sibuk pun terdengar, bagaikan sebuah parang berkarat yang tumpul, menghantam dan menghancurkan sisa-sisa harapan terakhirku satu demi satu.
Yuda berdecak sinis, lalu mengambil ponselnya sendiri dan menghubungi nomor Bima.
Bima mengangkatnya dalam hitungan detik, suaranya terdengar dingin dan tidak sabar. "Yuda, orangnya sudah kuberikan padamu, jangan ganggu aku lagi!"
Yuda menyalakan pengeras suara hingga volume maksimal, lalu tertawa kecil. "Oh, ya? Kalau begitu, orang ini bisa bebas kuapain saja, ya?"
Bab Populer