Kasur Lapuk Untuk Ibu
"Ingat, Nduk! Doakan saja yang terbaik, karena doa baik itu pun akan kembali lagi padamu nanti."
Aku mengangguk tanda mengerti, senyum kini sudah melengkung lebar dari mulutku. Tak akan pernah lagi ada air mata yang akan jatuh untuk menangisi manusia ciptaan Tuhan, yang sebenarnya tak pantas untuk aku tangisi, karena sejatinya nafsu itu dari setan, kita manusia seharusnya mencintai hanya karena Allah, agar tak ada rasa kecewa karena terlalu berharap pada manusia.
Kupeluk Jingga dengan penuh sayang, dan saat itu juga aku berjanji hanya akan fokus merawatnya saat ini. Rupanya bayi cantik itu pun sudah menawan hatiku dengan pesonanya.
Hot Chapters