WANITA KEDUA SUAMIKU
isa, membuatnya cepat haus. Di usapnya perut buncitnya yang terasa kencang, mungkin terkejut karena dia lari tadi, Nayra meringis. Ageng yang melihatnya, duduk mendekat ke arah Nayra lalu ikut mengusap perut istrinya perlahan. "Jalan aja ya sayang, jangan lari-lari kasihan dedeknya," ucap Ageng. Nayra mengangguk, menyeruak rasa bersalah pada anak-anaknya di perut. Karena dia terlalu aktif janinnya merasa tak nyaman. "Maaf ya, mas," lirihnya wajahnya berubah mendung. Ageng menghela nafas pelan. "Iya, jangan di ulang lagi ya sayang, mas takut kalian kenapa-kenapa," ucap Ageng seraya mencium pipi istrinya sekilas, lalu beranjak dari duduknya karena Halisa memanggil minta di temani bermain ayuna