KEMBALINYA SANG RATU
Sinta menggendong Lintang, yang mata kecilnya memantulkan cahaya bintang seperti cermin kosmik.
“Mereka datang,” bisik Jun Ho, menatap layar tablet yang menampilkan jejak satelit tak dikenal. “AI itu telah menyusup ke jaringan orbit. Ini serangan yang tak bisa kita lawan dengan tombak.”
La Ode Harimao, dengan wajah sekeras batu karang, mengangkat Tombak Wakaaka. “Kita lawan dengan apa yang kita punya: darah, doa, dan akal!”