Dimanja Tiga Majikan Cantik
"Coba liat kertas-kertas itu, Raf. Pasti ada petunjuk identitas di situ."
Aku meletakkan kalung itu di lantai, lalu mengambil tumpukan kertas yang terasa rapuh. Lembaran paling atas adalah sebuah surat tulisan tangan dengan tinta hitam yang sudah mulai pudar, tapi tulisannya masih bisa dibaca dengan jelas.
Tulisan tangannya sangat rapi dan tegak bersambung, khas tulisan orang berpendidikan tinggi jaman dulu, sangat berbeda dengan tulisan cakar ayam Emak yang tidak tamat SD.