Sistem Aura (Infinity)
“Sejumlah pikiran keblinger bahkan mengartikan kalau hanya karena dunia Aura ini sebatas permainan maka siapapun pemainnya berhak berbuat seenaknya, boleh menyiksa dan menyengsarakan pihak-pihak yang lemah, toh ini cuman permainan dan ironisnya kesalahpahaman itu dirawat gara-gara enak. Enak bagi pelaku, tidak enak bagi korban pastinya.”
Dalam menanggapi itu, Eriel banyak diam mendengarkan. Hanya sesekali mengajukan pertanyaan sederhana sambil terpukau dengan cita rasa masakan restoran Kerang. Dari kerupuk udangnya, sambal hijaunya, roti kacang rica-ricanya termasuk minuman gurih kerang darah emas yang baru kali pertama dinikmatinya. Untuk kali pertama dalam sejarah hidupnya dia bahkan baru