Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam
Hae-rin tampak ragu untuk mengatakannya, jemarinya memainkan ujung baju sementara matanya menatap lekat ke arah Seung-min,
"Sebenarnya saat Jin-woo mengajakku ke ruang pribadinya untuk memperlihatkan koleksi barang kuno miliknya,...." lanjut Hae-rin dengan suara yang nyaris berbisik,
"Aku melihatnya. Aku melihat kuas kuno itu di dalam sebuah kotak kaca kedap udara, diletakkan seperti sebuah pusaka suci."