Cinta Cita
“Dan kurang jungkir balik seperti apa lagi? Napas aja berasa salah, karena dimusuhi semua orang. Apalagi papaku, yang sampai sekarang … sudahlah. Sekarang, apa yang harus aku lakuin, supaya kita bisa baikan. Aku janji nggak akan nuntut apa-apa, tapi, please, seenggaknya, ayo kita … berteman.”
“Aku nggak mau berteman,” tolak Cita ingin menjaga hatinya, agar tetap tenang di tempatnya. “Kita bisa baikan, tapi bukan untuk berteman. Andai suatu saat kita ketemu, kita bisa bicara baik-baik dan nggak perlu ngungkit masa lalu. Tapi, cuma sebatas itu.” Dengan cepat Cita menarik tangannya, sehingga terlepas dari genggaman Arya yang mulai melonggar. “Aku mau ke rumah sakit dulu dan kamu bisa bicara sam
Sikat na Kabanata