Pernikahan Penuh Luka
“Aku capek Mas.Aku hanya mau kamu.”
“Gak bisa Bela,kita sudah sama-sama punya kehidupan sendiri.”
“Aku gak mau.Aku hanya mau kamu,hidupku cuma ingin bersamamu."
“Kita sudah tidak bisa Bela,tolong kali ini kita berdamai,Aku juga hampir kehilangan segalanya,” jawabku jujur. “Dan aku lagi memperbaikinya.”
Ia menatapku lama. “Dengan dia?”