MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!
Sengaja berlama-lama karena memiliki satu tujuan yaitu, Jingga.
Tak butuh waktu lama, Jingga berjalan keluar dari ruangan. Aku mengumpulkan keberanian.
“Bu Jingga, boleh bicara?” Aku menghampirinya yang berjalan menuju ke arah parkiran.
“Bicara apa ,ya, Pak?” Dia menatapku.
“Ahm itu, Bu Jingga … tentang Imelda.” Meski ragu, tetap kukatasan saja.
“Imelda?” Jingga menatapku dengan kedua alis cantiknya hampir saling bertaut. Aku menelan saliva dulu sebelum bercerita lebih jauh tentang dia.