Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Manis Tuan Jicko

Istri Manis Tuan Jicko

Membuka percakapan lain. “Di mana?” “JCC Senayan.” “Apa yang bisa aku lakukan jika aku datang ke sana, Mas?” Ameera bertanya santai. Sekali steak wagyu a5 itu masuk ke dalam mulut. “Ehm ..., menawarkan harga lelang. Kamu bebas membeli barang apapun di sana yang ditawarkan oleh si pelelang.” “Bagaimana kalau harganya mahal?” Ameera bertanya kembali.
105.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 174 Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
Istri Kedua dari Rumah Bordil

Istri Kedua dari Rumah Bordil

"Lagi sariawan kali. Udah ngga usah dipikirkan! Oh iya, Yura mana?" "Baru aja ke toilet, padahal kan masih pagi," sahut Evelyn. "Kebanyakan makan jengkol kali," celetuk Yudi asal. "Apa itu jengkol?" Kali ini Evelyn yang heran, Yudi hanya bisa menepuk jidatnya dongkol. Memang salah membahas ini dengan orang kaya, mereka tak akan memahami apa pun. "Sudahlah!" Yudi menyerah.
102.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 54 Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
Sepupu tapi menikah

Sepupu tapi menikah

Pak Joko menepikan mobilnya, seketika Lena langsung keluar dari mobil dan berburu peuyeum dan beberapa jajanan khas Bandung yang tersedia di sana. “Wahh pak lihat dehh, ini banyak sekali jajanannya, ada peuyeum, dodol garut, dan banyak lagi. Bapak sini deh.! Bapak pilih mau yang mana?!”. Ucap Lena mengarah ke Pak Joko yang masih berdiri di dekat mobil. Banyak mata memandang, mendengar suara wanita bak super model datang ke toko di pinggir jalan. Lena menyuruh Pak Joko untuk mendekat. Akhirnya Pak Joko menuruti perintahnya.
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 208 Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
Pengendali Arwah Terakhir

Pengendali Arwah Terakhir

“Kau bisa melihat sendiri. Aku sedang berdagang di sini. Mana mungkin aku melewatkan peluang untuk menghasilkan uang? Koleksi benda-benda antikku bisa aku jual dengan mudah di sini. Kau sendiri, maksudku kalian, apa yang membawa kalian sampai ke sini?” Alyssa mengembuskan napas berat. Dia menarik sebuah bangku di depan meja dan langsung duduk begitu saja tanpa dipersilahkan. Joker keluar dari balik meja counter yang memamerkan beragam jenis senjata langka dan pergi ke kulkas mini untuk mengambil sekaleng soda. “Kau tampak lelah sekali,” ujar Joker sambil menyodorkan soda dingin itu pada Alyssa.
1010.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 359 Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
Ahli Waris

Ahli Waris

ucapku sambil menunjukkan jari kearah jam dinding mengerikan berdetak seperti di film horror. “Bagus kalau begitu. Soalnya, Bapak kamu itu, terus saja menanyakannya. Makanya, aku dari pasar dan mampir langsung ke sini untuk menanyakannya. Baiklah, ini aku bawakan jamu yang jual orang Jawa. Namanya STMJ. Tau, kan kamu. Susu, telur, madu, dan Jahe di campur jadi satu, untuk menguatkan daya tubuhmu. Sapa tau kamu loyo.”
9.7418.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 16.3K Beses bilang jualan kolak
Ipakita ang mga Review (125)
Read
+Library
Esi Apresia
Halo pembaca. Tolong kalau komen yang bijak ya. Kami author berusaha memberikan yang terbaik buat pembaca. komen membangun sangat kami butuhkan. Jadilah pembaca yang bijak. Dukungan positif kami butuhkan dari kalian semua. Terima kasih.
Adista Tanuwijaya
ada novel cetaknya gk kak?mahal kl baca disini tiap bab tuker koin tiap bab tuker koin,buat yg gemar baca tp bnyk duit mungkin gk masalah tp buat yg gemar baca tp kekurangan gimana?bisa baca gk bisa mkn ini mah.
Basahin ang Lahat ng Review
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Citra langsung berubah menjadi singa betina. "Bang, jengkolnya berapa? Sepuluh ribu dapet berapa?" tanya Citra, matanya meneliti kualitas kulit jengkol yang mengilap. "Sepuluh ribu dapet dua puluh biji, Neng. Udah murah itu." Citra mendengus. "Mahal amat! Di pasar seberang sepuluh ribu dapet dua puluh lima. Dua belas ribu dapet tiga puluh ya, Bang? Saya ambil dua kilo nih."
935 viewsOngoingIdinagdag sa Library 19 Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
Adinda

Adinda

Kriiit! Suara, pintu belakang rumah Giyo dibuka oleh Ibu Nur. Dua orang wanita beda generasi tersebut, masuk ke dalam rumah dengan warna cat biru laut itu, sang ibu langsung menyiapkan kolak yang dijanjikannya. Baru saja, Adinda ingin menyuapkan sendok makan yang berisi. Kuah kolak kental berwarna cokelat keputihan yang disebabkan oleh santan. “Aaammm.”
1018.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 381 Beses bilang jualan kolak
Ipakita ang mga Review (41)
Read
+Library
Adiarizki
Terima kasih banyak juga untuk Rea yang sudah berkenan mengirimkan Permatanya, hingga detik ini Autoa sendiri masih belum percaya. REA begitu solid dalam memberikan Autoa semangat untuk selalu maju, dan belajar.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Basahin ang Lahat ng Review
Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Jaka, Gantian Dong! Aku Udah Nggak Tahan!

Jaka mulai berakting dan berpura-pura, karena ia tahu kalau ia berkata sejujurnya pasti masalahnya juga akan tambah panjang. “Hmm…” Sinta menghela napas panjang. “Ini gulden perak,” katanya lagi. “Mata uang yang digunakan masa kolonial Belanda, dan sekarang koin-koin ini termasuk barang antik yang banyak dicari.” “Ja-jadi, itu laku dijual, Mbak?” hanya Jaka memastikan. “Iya, ini laku.”
9.8300.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 9.3K Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

“Yey, bukannya minta didoain biar cepat dapat istri.” “Aamiin, doain lah. Lama-lama basi juga gue sendiri terus.” “Tapi masih aktif kan, Mas?” tanya Imam. “Somplak!” Radit menoyor kepala Imam. “Buatin coco melon, babana chese, sama sweet stroberry dong. Masing-masing tiga ya.” “Hadeh, bayar kan?” “Ini stand gue, Riani.” “Eh, iya, lupa.”
9.228.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 560 Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
Sebatas Pengantin Pengganti

Sebatas Pengantin Pengganti

Tak lagi memakai kain kebat, dia nampak cantik dengan kebaya coklat mudanya. "Saatnya jualan rujak," ucap sang paraji sambil menunjukkan rujak yang ditumbuk pada Aludra. Sudah disiapkan sejak tadi pagi, rujak tersebut terkemas rapi di dalam kemasan cup. "Jualan ke mana? Masa hamil gini disuruh jualan?" tanya Aludra polos. "Jualannya di sini aja, Sayang. Kamu jualan ke anggota keluarga yang datang," kata sang paraji menjelaskan. "Nanti mereka bayarnya pake genteng pecah."
9.730.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang jualan kolak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status