Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ini adalah eksekusi.
Bagi semua orang yang menonton, pertarungan ini sudah berakhir. Di kejauhan, Pak Bima hanya bisa menunduk pasrah, tidak sanggup melihat akhir yang mengerikan dari pemuda pemberani yang ia bawa. Para preman di lingkaran luar bersorak sorai, meneriakkan ejekan-ejekan keji, tak sabar menunggu eksekusi dimulai. Dan di tengah lapangan, dua jagoan ilmu kebal—Kang Kumis dan si Ceking—maju perlahan, mengurung Joko dari dua sisi. Si Ceking memutar-mutar rantai besinya, menimbulkan suara desingan yang menakutkan, sementara Kang Kumis hanya berjalan santai, tangannya kosong, kepercayaan dirinya setinggi langit setelah membuktikan ilmunya tidak tertembus.