Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Satu kepala terlepas, darah memercik ke batu. Satu tubuh terbelah, jatuh tanpa sempat menjerit. Satu inti qi hancur, meledak di dalam dada pemiliknya. Tidak ada gerakan sia-sia. Tidak ada emosi berlebih. Hanya eksekusi yang kejam. Di sisi lain—Mei Shia bertarung seperti iblis yang dilepaskan dari belenggu.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 812 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
Surga Reinkarnasi

Surga Reinkarnasi

Pada saat itulah Ye Zi, yang masih jauh, memainkan kartu terakhir mereka. “Judgment!” Seiring teriakan Ye Zi, sebuah salib energi raksasa terbentuk di atas Su Xiao. Diselimuti Cahaya Suci, salib itu menghantamnya dengan keras. BOOM! Telinga Su Xiao berdenging hebat saat ledakan mengguncang. 【Anda terkena efek eksekusi ‘Judgment’; HP di bawah 15%, efek eksekusi diaktifkan.】
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Jenazah orang-orang dari Sekte Gerbang Sembilan Kuali, Klan Wu, serta Qing bersaudara dan Yāo Ménzhǔ yang telah dieksekusi tanpa peradilan yang adil. Tangan Huànyǐng terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Mata ungunya berkilat penuh amarah yang membara, dan guratan hitam di dadanya mulai menjalar dengan lebih jelas ke seluruh tubuhnya. Energi Heibing Hùfú mengalir deras dalam darahnya, menciptakan aura yang begitu kuat hingga membuat udara di sekitarnya bergetar.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Apakah di Bab 150 nanti Haneul bakal turun dari istana buat nemuin Hamin yang mulai melek lagi (HAPPY ENDING), atau denyutan tadi cuma sisa refleks mati suri sebelum sirkuit Hamin padam total selamanya di dalam bunker (SAD ENDING)? Yuk, buat seluruh pahlawan vote dan pembaca setia yang udah nemenin perjuangan author dari Bab 1 sampai Bab 149 ini, KETIK DI KOLOM KOMENTAR SEKARANG JUGA: Kalian mau HAPPY ENDING atau SAD ENDING buat Bab 150 besok?! Jangan lupa klik like yang banyak, share teori baper kalian, dan kasih vote sebanyak-banyaknya ya biar aku makin semangat gaspol nulis BAB FINAL TERAKHIR yang dijamin bakal bikin kalian nangis kejang-kejang brutal luar dalam! #GemaTakhta #HaminMatiSur
794 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM

“Aku Pengguna Tertinggi Level Empat. Namaku Jin Suhua. Atas nama Sistem Mata Ketiga, kau dinyatakan pembangkang.” > “Dosa: Menolak sistem pencipta. Melanggar prinsip tertinggi.” “Hukuman: Kematian abadi.” Li Yuan berdiri, pedangnya muncul di tangannya. “Bawa seluruh sistemmu. Aku sudah membakar jalanku. Dan aku takkan mundur.” Jin Suhua tersenyum dingin. “Kau baru mulai melangkah. Dan sekarang... mari kita lihat seberapa kuat ‘kebebasan’ yang kau banggakan itu.”
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
The Huring Yakap

The Huring Yakap

“I’d love it if you guys wanted to walk alone without us in handcuffs.” “Damn it! Are you threatening me? Who do you think you are?” Baekhyun asked emotionally. “Baekhyun! Shut up! Just do what they ask!” shouted Lee Soo Man for the second time. Choi Moo Gak took out a handcuff and then asked some of his men to ambush Jiyoon, Baekyun, and several of his friends who also contributed to torturing Kim Sae Hee to death. There was a small resistance from Jiyoon before finally being handcuffed by Choi Moo Gak—it took a few minutes until they finally forced Jiyoon and Baekyun out of the room.
9.96.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Jung Jinsi, berpikir sebaliknya. “Tuan Kui! Aku mohon berikan pria ini kesempatan kedua, aku yakin manusia masih bisa Kembali ke jalan yang benar. Dia memang sudah melakukan kesalahan, tapi kau sebagai hakim spiritual tentu lebih bijak dalam menentukan hukuman apa yang pantas dia dapatkan selain kematian,” ucap Jung Jinsi dengan hati-hati namun masih tetap tenang. Kui memilih diam, dia lalau mendorong pria muda yang sebelumnya dia sandera hingga dia tersungkur ke ganah yang becek akibat hujan.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Ini adalah eksekusi. Bagi semua orang yang menonton, pertarungan ini sudah berakhir. Di kejauhan, Pak Bima hanya bisa menunduk pasrah, tidak sanggup melihat akhir yang mengerikan dari pemuda pemberani yang ia bawa. Para preman di lingkaran luar bersorak sorai, meneriakkan ejekan-ejekan keji, tak sabar menunggu eksekusi dimulai. Dan di tengah lapangan, dua jagoan ilmu kebal—Kang Kumis dan si Ceking—maju perlahan, mengurung Joko dari dua sisi. Si Ceking memutar-mutar rantai besinya, menimbulkan suara desingan yang menakutkan, sementara Kang Kumis hanya berjalan santai, tangannya kosong, kepercayaan dirinya setinggi langit setelah membuktikan ilmunya tidak tertembus.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

Setelah mempertimbangkan matang-matang, akhirnya kala itu juga dia memutuskan kesimpulan akhirnya. Dengan disaksikan oleh kedua belah pihak, Ju Ji Man dan Bai Wuxin mulai melancarkan eksekusi perjanjian darah di hadapan mereka semua. Di atas kontrak perjanjian, mereka berdua menyatukan darah mereka ke dalam satu wadah dan memcampurkannya, lalu menandatangani kertas perjanjian dengan cap darah mereka yang telah dihancurkan. Perjanjian darah adalah harga mati. Hanya prajurit tidak terhormat yang akan melanggar perjanjian sakral semacam itu. Perjanjian darah adalah harga mati. Bagi yang mengingkarinya, maka siapa saja akan mati terhina. "Terimakasih karena telah mempercayai kami. Kalau begitu,
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
Pembunuh Dewa Penentang Surga

Pembunuh Dewa Penentang Surga

Tidak ada yang namanya Bumi modern, tidak ada senjata api mematikan, tidak ada 'Era Ketiadaan' di Kota Tianjing. Ini bohong. Semuanya bohong. Apa yang dia lihat justru adalah kebenasan yang mengerikan: kultivator kuno mengeksekusinya. Mereka menusukkan pedang hitam yang dia kenali—ya, Pedang Pembunuh Qi—melalui perutnya. Tepat di tempat luka menganga yang dia rasakan saat terbangun di tubuh baru ini berada. Kilasan ingatan itu begitu nyata: eksekusi itu, pembakaran rumah aslinya, semuanya benar.
843 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai judge and executioner manhwa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status