Petaka Malam Tahun Baru
Aku memberikan uang satu juta itu ke tangan si anak remaja.
“Seriusan ini, Bang? Makasih, ya. Saya doakan semoga cepat baikan dengan istrinya,” ujar anak remaja itu dengan senyum semringah.
Beberapa saat kemudian, aku sudah duduk di tengah-tengah, di antara Riva dan seorang ibu-ibu yang mungkin seusia dengan mama. Aku tersenyum puas bisa duduk bersampingan dengannya seperti sekarang ini. Kulirik dia yang terlihat sedang asyik membaca sebuah novel di tangannya. Kumiringkan kepala untuk mengintip judul novel yang sedang ia baca saat ini. “Rekaman CCTV Hantu” karya Evhae Naffae, itulah judul dan nama pengarang novel dengan cover aneka CCTV itu.