Sentuhan Adik Sahabatku
Begitu matanya menangkap siluet mobil putih milik Kinanti yang baru saja meluncur masuk ke gerbang NeoLand, langkah Jennar otomatis dipercepat.
“Please… gue nggak mau satu lift lagi sama mereka,” bisiknya, nyaris seperti doa kecil.
Ia melewati pos pemeriksaan satpam, menunduk sekilas sambil mengangguk sopan, lalu nyaris berlari kecil menuju deretan lift. Pintu salah satu lift terbuka tepat waktu. Jennar menyelip masuk, jarinya cepat menekan angka lima.