Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Pikir Caca. Dak Awwwwww Kaki Caca tersandung bebatuan di jalanan setapak yang sebenar lagi masuk ke perkampungan. Caca menjerit kesakitan dan melihat kaki kelingkingnya berdarah karena tak sengaja menabrak batu yang menjorok ke jalan. Namun, dia seperti tidak memperlambat larinya, dia terus-menerus lari tunggang-langgang karena apa yang dilihatnya di rumah Bagja.
10126.4K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as kaca berdiri
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
PREDESTINATION

PREDESTINATION

“Yaudah berdiri sana gua fotoin.” Akhirnya setelah selesai mengambil gambar dengan rak ulin sampai ada beberapa dengan pose yang tidak wajar. Ada yang berdiri diatas meja sampai meja tempat untuk melakukan sesajen juga mereka duduki. Mereka langsung meninggalkan begitu saja tanpa membereskan kembali sesajen tersebut. Haikal dan Pasha kembali berjalan-jalan sampai di pelataran rumah milik Cakra yang lumayan luas juga ditumbuhi banyak pohon kamboja. Lalu disebelah halaman tersebut ada sebuah bangunan yang digunakan Cakra dan keluarganya sebagai dapur yang memang terpisah dengan rumah utama. Di halaman yang luas itu, Pasha dan Haikal melihat Sekar dengan menyapu latar dengan posisi membelakangi
104.4K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as kaca berdiri
Read
+Library
Selir Medis Penguasa Langit

Selir Medis Penguasa Langit

"Oke, aku akan bangun, kemarilah datang pada kakek buyutmu." Kembar tiga yang berpakaian tebal, berjalan dengan lamban, terhuyung-huyung seperti penguin, dan menempel di sisi Kaisar Tertinggi. Beras Ketan sangat perhatian, tangan kecilnya yang gemuk menyentuh wajah pucat Kaisar Tertinggi, "Tangan-tangan hangat."
9.85.3M viewsCompletedAdded to Library 121.4K Times as kaca berdiri
Show Reviews (2060)
Read
+Library
ماوار سياع افيف
gimana cerita ny kok sudah tamat ...pdahal petasan kecil belum lahir ...mana danau cermin belum ada jalan pulang ny ...huhuhu...... lanjutin LG thooorr cerita nya ... gak bisa bobok KLO kaya gini gantung ...pdahal di setiap cerita tak tunggu in lhooo ... penasaran sama petasan kecil apakah laki2 atau
Devi Zulfia
terasa seperti mimpi cerita selir medis sudah tamat tapi ternyata betul betul tamat dan dengan berat hati aku harus hapus ini aplikasi karena aku udah malas baca novel yang lain yang aku suka cuma novel ini aja ...
Read All Reviews
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Lanjut Caca sembari membuka resliting tas ransel yang sedari tadi bersandar di pangkuan, ia masukkan ponsel dan menutupnya kembali lalu beranjak. "Apa salahnya memulai dari nol? Kamu tidak akan menggapai puncak tanpa merangkak dari bawah," kalimat Akhtar membuat kedua kakinya enggan pergi, "dan Ibumu selamanya akan menjadi kuli gendong." Kelanjutan kata yang menyayat, air liur tertelan getir. Ia berdiri, abai dengan botol di atas meja. Permukaan jalan masih basah, aroma hujan belum sirna seutuhnya, masih ada tetesan mengalir dari atap pertokoan.
105.1K viewsOn holdAdded to Library 106 Times as kaca berdiri
Read
+Library
Cantik Yang Disembunyikan

Cantik Yang Disembunyikan

Sekarang, berdiri sedekat ini, Kai baru benar-benar memperhatikan. Sera tidak melakukan apa-apa yang berlebihan. Cara berdirinya biasa saja. Pakaiannya feminim. Tapi ada sesuatu dari caranya menunduk, dari caranya berdiri tanpa banyak gerak, yang membuat Kai jadi terus melirik. Kai berniat membuka percakapan, tapi malah terdiam lagi. Ia menghela napas pelan, sedikit merasa bodoh dengan dirinya sendiri.
642 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as kaca berdiri
Read
+Library
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

Happy Reading ***** Cakra berdiri, mendekati si nenek. Lalu, kedua tangannya diletakkan di atas kedua pundak perempuan sepuh itu. "Bukan gitu. Nenek pasti salah paham sama obrolan kita tadi. Lebih baik duduk dulu, ya. Pasti capek mondar-mandir sejak tadi," pinta Cakra. Langsung mengarahkan tubuh si nenek ke kursi yang di tempatinya tadi.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as kaca berdiri
Read
+Library
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Tanya Ifan sembari memainkan kalung jimat miliknya. "Bermalam disini saja, esok hari saat matahari terbit baru kau boleh berjalan pulang," nasehat Mbah Mijan. Ifan mengangguk pasrah. "Masuklah kedalam kamar, dan tidurlah kau pasti lelah, akan sangat berbahaya jika kau keluar rumah malam ini, kau baru saja melakukan ritual bau darimu akan sangat mudah dikenali oleh mahluk gaib lainnya diluar sana bisa saja mereka berusaha mencelakai, saat jimat baru terpasang nyawamu menjadi incaran mahluk gaib lainnya, bermalam disini saja," rumah ini sudah dibentengi, esok akan aman bagimu meski kau ke ujung dunia sekalipun," nasehat Mbah Mijan panjang lebar.
929 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as kaca berdiri
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

Ternyata, dia ingin aku melahirkan anak laki-laki? Haha, rencana yang bagus! Aku berdiri dan hendak pergi, tapi ujung bajuku tidak sengaja menjatuhkan gelas di sampingku. Suwanto segera memberi isyarat kepada ibu mertuaku untuk diam, melihat mataku yang memerah, dia pun panik. “Jennifer, apa saja yang kamu dengar barusan?” Nada suaranya tampak tenang, tetapi jarinya tidak bisa berhenti gemetar.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 207 Times as kaca berdiri
Read
+Library
Stuck With You

Stuck With You

Ucap Caca Caca langsung menaiki tangga dan menuju ke kamar nya, saat dia sampai di atas dia melihat Kakak nya yang sedang terdiam di depan pintu kamar dia sendiri. "Ngapain lo berdiri kayak orang begok, habis ngelihat atraksi di bawah atau habis dengar teriakan." Ucap Caca ke Kakak nya "Elo tu kenapa sih nggak bisa nurut aja sama Papa, udah enak hidup tenang masih aja cari masalah." Ucap Kakak nya ke Caca "Bacot! Mending masuk kamar lo liat tu barang apa aja yang terbaru habis tu beli sampe begok." Jawab Caca
3.3K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as kaca berdiri
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

pujinya. Katha mendengkus dan melipat lengan di depan dada. Dia melirik laptop Rabu yang ada di atas meja. Di sebelah laptop itu ada cangkir yang sudah kosong. “Eh, kalian naik apa ke sini?” tanya Rabu. “Naik naga berbahan bakar kentut,” jawab Katha asal. Kaia tertawa, tapi kemudian menggeleng kala Rabu menoleh ke arahnya dengan kedua alis yang hampir menyatu.
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 439 Times as kaca berdiri
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status