Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dear Kakak Kelas

Dear Kakak Kelas

sahut Angga acuh. "Asing? Itu Alien, kah? UFO, kah?" tanya Pace. "Iya, itu Alien lagi pake Koteka," balas Angga yang kesabarannya sudah habis meladeni Pace. ( Koteka : Pakaian Adat Papua ) *** Bel pulang sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu, namun Tasya belum juga pulang. Mungkin kali ini misinya harus berhasil. Ia berjalan pelan menuju ke lantai dua karena lututnya yang masih berdarah, dan berharap tidak ada orang yang mengetahui aksinya kali ini.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

tanya Kalla heran. Pria itu mengenakan outfit santai dengan warna netral. Polo shirt putih disambung celana chinos oat, serta topi berwarna krem. Penampilan sederhana tapi terlihat sangat berkelas. Bahkan dia cuma mengenakan sandal gunung alih-alih sepatu. Dagu Wima menunjuk ke luar jendela. “Lagi meninjau orang-orang kerja. Hari ini material datang.”
1079.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai kaca bulat polos
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Bayangan Caca menari-nari dalam pelupuk mataku. Glundung kanan masih Caca, glundung kiri masih Caca, tengkurap Caca lagi, terlentang ah .... Malah kepolosan Caca lewat sorot matanya begitu kentara. Wajah cantiknya, bulu mata lentiknya, pipi chubbynya, hidung mancungnya, bibir tipisnya dan astaga ukuran kacamatanya bahkan masih kuingat. AZZAM kamu sudah gila! Aku benar-benar stress, tubuhku gelisah, ada yang memberontak di sana. Panas, gerah, astaga. Aku tak bisa begini.
9.9124.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
Asistenku Membuatku Tak Karuan

Asistenku Membuatku Tak Karuan

“Mimpi apa aku semalam sampai harus pakai baju perempuan, Ghe?” Ghea terkekeh. “Aku punya kaus polos yang ukurannya besar kok. Modelnya oversized dan unisex. Nggak bakal kelihatan seperti baju cewek.” “Coba aku lihat dulu,” sahut Kalandra ragu. Ghea bangun, mengambil kaus hitam polos bahan katun tebal dari lemari, lalu menyerahkannya pada Kalandra. Setelah menimang-nimang potongannya, Kalandra akhirnya menyerah. Dia balik lagi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
10570 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

tanya Aruna. “Syukur lah kau baik-baik saja. Sekarang apa yang kau rasakan?” tanya Ki Bayanaka. “Aku tak merasakan apa pun sekarang, tapi....” Aruna membuka telapak tangan kanannya. Sebuah benda bulat sebesar biji buah salak berwarna merah dengan senggurat lidah api di salah satu sisinya. Aruna meraih benda itu dan memperlihatkannya pada Legawa dan Ki Bayanaka.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 476 kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
Acara tujuh bulanan di rumah mertua di wa story ipar

Acara tujuh bulanan di rumah mertua di wa story ipar

"Waalaikumsalam, silakan, Buk, ada yang bisa di bantu?" Ucap pegawai itu ramah. Pegawai yang satunya lagi masih sibuk dengan Eca. Eca sendiri masih belum menyadari bahwa di dalam ada Rara. Eca masih mengira bahwa yang datang barusan itu adalah orang lain yang tak mengenalinya dan yang tak ia kenal juga. "Saya mau cari kalung untuk anak usia remaja, yang simpel sesuai umurnya, ada?" tanya Rara.
9.3172.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
Jerat Obsesi Presdir Tampan

Jerat Obsesi Presdir Tampan

Kafka lalu merangkul pundak Ziva yang tengah berjalan sembari memakan camilan yang tadi mereka beli juga, tangannya yang lain ia gunakan untuk menenteng tas besar berisi peralatan piknik mereka. “Kak, itu perempuannya apa nggak takut vaginanya kemasukan pasir ya? Masa berenang di pantai cuma pakai celana dalam yang apa ya? Kaya kurang bahan begitu, mana pantatnya kelihatan lagi. Payudaranya juga meluber ke mana-mana aneh banget nggak sih?” Tawa Kafka pecah saat itu juga, bagaimana mungkin gadis se centil Ziva bisa begitu polos? Ia bahkan tidak mengetahui apa itu bikini.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
Putih Abu-abu

Putih Abu-abu

Tatapannya lurus ke depan menembus whiteboard yang masih dinodai tulisan guru yang sebelumnya mengajar di kelasnya. Gadis yang duduk di samping Carla menoleh ke samping kanan. Ia melihat ada yang berbeda dengan Carla hari ini. Ia melepas cermin kecil yang sejak tadi dijadikan pusat perhatian dan meletakkan benda tersebut sembarangan. “La, are you okay?” Tangannya yang putih mulus itu menyentuh pundak Carla dengan lembut.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
When We Lost

When We Lost

Wanita itu buru memalingkan muka sambil mendengus. “By the way, apa lo punya kaos ukuran gue? Baju gue rasanya lengket banget di badan,” kata Kala akhirnya. “And you have bad smell!” gumam Almi sambil berbalik untuk merangkak masuk kebagian sekoci yang tertutup untuk meraih carry on luggage-nya. Seingatnya dia punya kaos ukuran cukup besar oleh-oleh dari Reta ketika ke Korea, Almi muncul lagi dan melempar kaos berwarna putih dengan tulisan ‘KOREA’ besar didepan dada pada Kala yang langsung menangkapnya sebelum nyemplung ke laut.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kaca bulat polos
Baca
+Pustaka
Pewaris Naga Majapahit

Pewaris Naga Majapahit

Sebuah asap putih keluar dari air yang ada di pusaka Kaca Benggala. Bentuk dari pusaka Kaca Benggala itu sendiri merupakan sebuah mangkuk tanah yang dipenuhi ukiran aneh di bagian luar maupun bagian dalamnya. Dimensi Pusaka Kaca Benggala berdiameter lima puluh sentimeter, berbentuk melingkar selayaknya mangkuk besar. Di dalam pusaka Kaca Benggala terisi air suci yang berasal dari tujuh mata air yang menghadap ke timur.
9.771.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kaca bulat polos
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Selamat datang follower dan pembaca setia novel Menantu sang Jendral Besar, penulis mengucapkan selamat membaca novel terbaru Pewaris Naga Majapahit, semoga novel ini bisa menghibur penggemar setia penulis MN Rohmadi, terimakasih. Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan beri bintang lima.
Rubi man
Lanjut Thor, aku paling seneng klu alur cerita histori nya adalah dari bangsa sendiri Krn aslinya kita memang dulunya bangsa yg hebat JAWA DWIPA /NEGRI NUSANTARA sempalan surga, pokoknya BANGGA BANGET deh lihat sejarah sejarah NENEK MOYANG kita dulu, MAJAPAHIIT, SRIWIJAYA, KALI NGGA, DLL............
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status