Pelabuhan Terakhir
Bayangan Caca menari-nari dalam pelupuk mataku.
Glundung kanan masih Caca, glundung kiri masih Caca, tengkurap Caca lagi, terlentang ah .... Malah kepolosan Caca lewat sorot matanya begitu kentara. Wajah cantiknya, bulu mata lentiknya, pipi chubbynya, hidung mancungnya, bibir tipisnya dan astaga ukuran kacamatanya bahkan masih kuingat.
AZZAM kamu sudah gila! Aku benar-benar stress, tubuhku gelisah, ada yang memberontak di sana. Panas, gerah, astaga. Aku tak bisa begini.