Hasrat Kakak Tiri
Kini, ia duduk di balkon rumahnya, memutar kembali ingatan saat ia berada di sudut belakang kelas siang itu; menggenggam ponsel dengan ekspresi yang terlalu tenang untuk sebuah rencana gelap yang sedang ia susun.
Shana tertawa di depan.
Bukan ke arahnya.
Bukan ke siapa pun yang ia harapkan.
Tawanya ringan, sopan, seperti biasa.
Dan itu justru yang membuat Arka muak.
“Lo sadar nggak sih,” gumamnya pelan, “kalau lo terlalu polos buat dunia yang salah?”
Ia tahu.
Sejak lama.
Tentang Kakak tirinya.