Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anak Untuk Bosku

Anak Untuk Bosku

"Menu makan malam kali ini adalah US Prime Rib Eye Steak, favorit anda, Pak." Kata Karina menyebutkan menu yang sebelumnya memang direquest langsung oleh Arshen. Lalu ekor matanya tidak sengaja menangkap kehadiran Maura beberapa meter dari mereka duduk, dan kini mulai berjalan menghampiri. Arshen hanya mengangguk, fokusnya masih pada ponsel. Entah ada urusan penting atau memang sengaja untuk mengacuhkan perempuan yang kini memanggil nama sang mantan dengan suara mendayu manja.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

Aku tidak menceritakan ini pada siapa pun karena takut orang-orang tidak mempercayaiku. Malam pun tiba, aku bersiap untuk tidur. Tiba-tiba Robi menangis kencang, dengan wajah yang memerah dan berteriak dengan histeris. “Ituuu! Tetehhh, takut! Obi takut, sakit!!” Teriak Robi tak begitu jelas. Teteh? Takut? Apa yang dimaksud Robi? Di sini tak ada seorang pun yang dipanggil dengan panggilan Teteh, ia memanggil kedua kakaknya dengan panggilan Kakak.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
KUBELI KESOMBONGAN IPARKU

KUBELI KESOMBONGAN IPARKU

timpal Mbok Nur. Aku mematikan rekaman. Kemudian memutar ulang kesaksian Mbok Nur. Sepertinya sudah cukup untuk mengutarakan lagi dan meminta Mama Desti bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan. Ini termasuk pembunuhan berencana, seharusnya Mama Desti mendapatkan hukuman seumur hidup. Ia dalang dari semuanya, meskipun ini dikarenakan bentuk rasa kekecewaannya pada Mama Kinan.
9.7264.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.7K kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
BABI NGEPET di Kampungku

BABI NGEPET di Kampungku

Pagi ini, selagi menunggu yang lain muncul untuk melihat proses penarikan mobil Bian, beberapa sudah sigap memang, siapa tahu mereka dibutuhkan nanti. Kopi dan pisang goreng menjadi menu sarapan mereka yang tak ketinggalan. Sekitar delapan orang yang sudah hadir, dan mereka mulai membahas tentang Afifah, babi ngepet dan teror lain yang datang tak terduga. "Bahas babinya saja. Sejak itu memang dompet kita aman, babi kecil yang suka masuk rumah kita tidak ada lagi. Aku kira memang sudah aman, ehh malah muncul babi yang besar, bahkan yang ini lebih menyeramkan. Takutnya bukan cuma ngincar uang kita, tapi ngincar nyawa kita!" celetuk seseorang masih ingin menyambung kisah seram itu, tanpa membaw
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

tanya Bobi lagi. "Aku penjual air minum buat para pendaki dan aku tersesat. Aku nemuin banyak mayat pendaki di sana Om," kata Fatih sambil menunjuk ke arah Selatan. "Antar aku ke sana," Bobi mendekati anak itu. "Aku lapar, Om," anak itu mendongak, menatap wajah Bobi. Bobi pun langsung merogoh biskuit dari dalam tasnya.
8.314.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

"Lu ngaco ya? Otak lu sebenarnya waras nggak sih, Arumi?" seru Boby di dalam mobil, ketika dia sedang mengendarai mobil Arumi menuju ke lokasi untuk live. Arumi yang saat itu sedang mengoleskan lipstik seketika menoleh pada Boby. "Lu pikir, gue gila, Bob?" "Ih dasar, otak lu emang kadang rada-rada ya!"
1064.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Suara ternak juga mengiringi naiknya mentari di ufuk timur, memberi kehangatan dan memudarkan titik embun di ujung dedaunan. Eko keluar dengan pakaian kerjanya. Dia menyesap kopi yang mengepul, lalu mulai menikmati sebatang rokok yang terselip di jarinya. Tika masih sibuk di dapur, dia tak mengijinkan Asih turut serta. "Kau tamu, As. Tamu adalah Raja, masa Raja ikut sibuk di dapur," ujar Tika yang diikuti tawa keduanya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
Misteri Pembalut Di Kamar Iparku

Misteri Pembalut Di Kamar Iparku

Kadang dia tersenyum sendiri dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus. Baru kali ini aku curiga dengannya. Kalau biasanya aku akan ikut tersenyum melihat tingkah lucunya itu, kali ini aku justru penasaran tentang siapa lawan chat-nya selama ini. "Bob, besok Ibu mau nyalon lho." Bobi mendongakkan kepalanya. "Kamu tahu klinik kecantikan Cantik Berseri-seri?" Bobi memutar bola matanya lalu sedetik kemudian wajahnya menampakkan senyum yang sangat ceria.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
Gairah Sopir dan Majikan

Gairah Sopir dan Majikan

Ia tampak sangat ceria, jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya yang penuh dengan air mata. "Kok senyum-senyum sendiri? Sudah ketemu sama pangeran dari internet itu?" tanya Sonya saat mereka berada di dalam mobil menuju rumah Kemang. "Sudah, Kak! Namanya Bobi. Dia ganteng banget, sopan, dan dia punya bisnis furnitur. Dia duda, Kak, istrinya meninggal dua tahun lalu. Kasihan ya dia," cerita Jessy dengan semangat.
10601.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.2K kali sebagai kakeknya boboiboy
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Adelia
izin promosi novel kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Setelah itu, mereka melihat ke arah Karina. “Karin, kenalin ini teman Tante.” Kiki memperkenalkan pria yang mengenakan pakaian rapi bahkan wangi. “Hai, aku Bobi.” Pria itu menyodorkan tangan ke arah Karina. “Kamu Karin, kan?” “Eoh, hai.” Karina sedikit salah tingkah, apalagi ketika melihat senyum pria yang bernama Bobi. Sangat tampan. “A–aku Karina,” balasnya kikuk.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kakeknya boboiboy
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status