Karma(penyesalan)
"Tapi....pernikahan bukanlah permainan dadu. Yang bisa anda lempar saat anda bosan nyonya. Saksi dalam pernikahan bukan hanya manusia ,namun Tuhan juga."
Jawaban Tantri kali ini membuat Amira tersentak. Ia seolah mendapat tamparan keras. Bagaimana bisa ,seorang yang belum menikah saja, bisa menilai suatu pernikahan adalah hal sakral, sedangkan dirinya tak pernah berfikir sampai disitu.
Amira menelan salivanya. Ia malu untuk bertanya lagi.
Herman terasa tak punya lagi tujuan hidup. Ia tak bersemangat lagi dalam menjalankan kehidupannya. Bahkan saat ini, sudah larut malam, perutnya tak terasa lapar sama sekali.
Hot Chapters