Ketika Karma Berbicara
Aku teringat dengan status yang aku kirimkan, yang aku tujukan untuk ayahku.
"Kamu memang se spesial itu, baru pulang pun aku langsung menemuimu."
Beraninya dia mengira bahwa laki-laki yang aku anggap spesial adalah Bakti!
Aku merinding saat membayangkan perut buncit Bakti. Dia bahkan hampir botak, tetapi masih saja mengibas-ngibaskan rambutnya dengan gerakan khasnya.
Namun, Kinan seperti meraih pelampung penyelamat dan berkata, “Ya, ini semua salah paham, ini semua salah paham."
Hot Chapters