Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menggodamu Hingga Takluk Padaku

Menggodamu Hingga Takluk Padaku

Hanya tindakan, hanya sentuhan, hanya kalimat ambigu yang menimbulkan seribu tafsiran. Apakah mereka kini… sepasang kekasih, atau bukan? Dan bagaimana mungkin itu terjadi, sementara ikatan keluarga masih menggantung di antara mereka? “Kamu melamun.” Suara berat Dylan membuat Calla tersentak. Ia mendapati pria itu tengah menatapnya lekat dengan sorot dingin namun tajam, seolah bisa membaca isi pikirannya.
1032.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Lamaran Tak Terduga

Lamaran Tak Terduga

"Ya ampun, El. Kamu tuh kenapa? Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau dia terlalu maksa?" "Iya, tapi..." Elvira meremas jemarinya sendiri. "Aku merasa bersalah. Seharian ini dia nggak muncul sama sekali. Dia juga nggak mengirimkan pesan apa pun. Rasanya... Aneh." Rina memutar bola matanya. "Ya ampun, ini yang namanya cewek sulit dimengerti. Kemarin kamu ngeluh karena dia selalu muncul tiba-tiba. Sekarang kamu kepikiran karena dia nggak muncul?"
722 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Ojol Simpanan Artis Cantik

Ojol Simpanan Artis Cantik

bisik Sora, suaranya mendadak melunak namun sarat akan ancaman yang seksi. "Yaudah, kalau gitu sekarang waktunya kamu sama aku," ujarnya lagi dengan senyuman yang sulit diartikan. Kalimat itu terdengar begitu ambigu di telingaku, membuatku langsung mematung di tempat.
9.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Penjara Cinta CEO Dingin

Penjara Cinta CEO Dingin

Apakah Emily benar-benar menolaknya, atau ada sesuatu di balik kata-kata sederhana itu? Hari-hari berlalu, dan setiap pengakuan Alex berakhir sama—jawaban singkat Emily yang ambigu. “Aku tidak bisa bersamamu, Alex.” Kalimat yang menancap, menggantung tanpa penjelasan. Ambiguitas itu perlahan mengikis kesabarannya, mengubah cintanya menjadi obsesi, dan obsesi itu terus tumbuh hingga bertahun-tahun kemudian.
770 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Tidak ada kata-kata di antara mereka, hanya keheningan yang sarat makna. Galuh menunduk, mendekat. Ratri memejamkan mata, menahan perasaan yang bercampur antara takut dan pasrah. Malam itu berjalan begitu pelan, diisi oleh desau napas, bisikan samar, dan getar yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Napas Ratri terengah-engah. “Mas…” suaranya keluar begitu lirih, hampir seperti desahan yang bergetar di antara udara malam.
624 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta

Terlambat: Setelah Cerai Baru Mengaku Cinta

Kalimat itu terdengar ambigu. Sepintas seperti teguran karena dia tidak hati-hati saat berjalan. Namun di telinga Nikita, maknanya justru berbeda. Pria itu seolah berkata dirinya sengaja menjatuhkan diri ke pelukannya. Tak jauh dari sana, Dariel melihat semua itu. Dia langsung mencibir sambil berjalan mendekat. "Buat apa pura-pura sakit segala?"
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional

tebaknya. "Tentu saja, ada. Bukankah setiap orang mempunyai rahasia masing-masing? Begitupun diriku dan dirimu." kilah Kenan ambigu dan sukses membungkam Gabela. Lagi-lagi Kenan menunjukan kepiawaiannya yang begitu ilahi dalam memainkan kata-katanya. "Ugh..." Gabela pun tertegun tanpa tahu bagaimana harus menanggapi.
9.765.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
CINTA YANG TAK TERMILIKI

CINTA YANG TAK TERMILIKI

“Makan mah makan aja Neng. Jangan sambil ngomong. Kata orang jaman dulu mah pamali. Ngomongnya nanti kalau udah beres makan.” Dhira mengulum senyumnya mendengar Bi Asih mengatakan pamali. Kata ini menjadi semacam mantra bagi Bi Asih. Sesuatu yang tidak elok dilakukan, oleh Bi Asih pasti akan diiringi dengan kata pamali. Anehnya, Dhira serta kakak-kakaknya cenderung menurut tanpa membantahnya sedikitpun. Hanya si bungsu Kaivan saja yang selalu mempertanyakan arti dibalik kata pamali. Tentu Bi Asih tidak dapat menjelaskannya. Selesai makan, Dhira yang masih duduk menghadapi meja makan mengerutkan dahi saat dilihatnya ada seseorang yang tidak dia kenal masuk ke dalam dapur begitu saja.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Suami Dingin Pilihan Ayah

Suami Dingin Pilihan Ayah

Senyuman indah Kafka tampak tulus melebihi Abimana. Pintu lift sudah terbuka. Kafka memang menyewa kamar di lantai yang cukup tinggi maka cukup lama menuju lantai satu, tempat restoran berkumpul. "Kamu suka apa? Kamu bisa makan apa saja, mulai sekarang saya yang akan menanggung hidup kamu." "Heuh!" Lagi, kalimat Kafka ambigu di ruanga dengar Nadia bahkan kali ini lebih ambigu.
1046.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status