Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Hati Seorang Perempuan (Indonesia)

Entah mengapa setiap kalimat yang dikeluarkan dari mulut Badai, mengait emosinya. "Anda ngomong apa tadi? Penyegaran pemandangan? Enak dilihat dan dirasa?Siapa yang menyinggung-nyinggung soal pemilihan kata ambigu tadi? Anda ini terkena alzheimer dini atau bagaimana?" Senja yang tadinya sudah melangkah keluar bengkel, langsung berbalik arah kembali saat mendengar kata-kata pedas dan melecehkan Badai.
1057.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Karena Kita Berbeda

Karena Kita Berbeda

Tanyanya lagi memastikan, bahwa lelaki itu benar-benar memahami pesan yang tersirat dari kalimat sederhana namun sarat makna. "Aku hanya berusaha untuk tidak mengerti dan memahami inginmu. Oh tidak, aku meralat kata-kataku." Ia mengangkat sebelah tangannya menginterupsi ucapannya. "Hanya saja kalimat itu terasa ambigu di indra pendengaranku. Juga? kata-kata itu seperti.." Ucapannya berhenti sejenak, tercekat. Abian seakan tak sanggup meneruskan ucapannya. Kalimat itu menyesakkan, ia membayangkan bagaimana jika Bening mendengarnya? "Aku memang egois Yan. Semua tentang kamu, aku akui aku egois. Jika aku tidak, maka dia juga tidak." Ucapnya tegas dan menyiratkan ambisi yang menyala.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Identitas yang Tersembunyi

Identitas yang Tersembunyi

gumam Kenzo. Ruangan itu diisi oleh keheningan selama beberapa saat. Dalam kematian pura-puranya, Luiza kembali mengira bahwa Kenzo sudah pasrah. Namun sekali lagi, dia salah. "Dan kau memanfaatkan ketakutan itu. Bangun, apa yang kau inginkan?"
45.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam

Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam

Ucapan anak seusia itu, mana mungkin bisa dipegang dengan pasti dan dijamin kesungguhannya. “Mungkin saja, nona kecil hanya ingin menakuti tuan muda. Maka itu ia berkata dengan kalimat ambigu seperti itu sejak tadi,” gumam Leo dalam hatinya dan berharap bahwa itu memang hanya lah ucapan semata yang tidak ada makna.
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
SENJA YANG KELABU

SENJA YANG KELABU

tumben chating aku Angkasa : Kamu ada waktu sekarang, saya lagi makan diresto ayam bakar Sari : Maaf, Ang, aku tidak bisa keluar, orangtuaku sedang pergi, ada acara dikantor ayah, kemungkinan pulang tengah malam, jadi aku disuruh dirumah Angkasa : Jagain rumah..hehehehe Sari : Bisa dibilang begitu, ya bisa saja sih aku keluar tapi aku kan belum ijin, kalau ijin ditelpon gak enak juga Angkasa : ya udah jangan, nanti kamu dimarahin Sari : Ayah sama Bunda baik kok, gak akan marah kalau aku keluar, asal aku kirim pesan saja, tapi tetep gak enak buatku, karena tidak biasa pergi kalau gak pamit langsung
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Lamaran Tak Terduga

Lamaran Tak Terduga

"Ya ampun, El. Kamu tuh kenapa? Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau dia terlalu maksa?" "Iya, tapi..." Elvira meremas jemarinya sendiri. "Aku merasa bersalah. Seharian ini dia nggak muncul sama sekali. Dia juga nggak mengirimkan pesan apa pun. Rasanya... Aneh." Rina memutar bola matanya. "Ya ampun, ini yang namanya cewek sulit dimengerti. Kemarin kamu ngeluh karena dia selalu muncul tiba-tiba. Sekarang kamu kepikiran karena dia nggak muncul?"
834 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Tidak ada kata-kata di antara mereka, hanya keheningan yang sarat makna. Galuh menunduk, mendekat. Ratri memejamkan mata, menahan perasaan yang bercampur antara takut dan pasrah. Malam itu berjalan begitu pelan, diisi oleh desau napas, bisikan samar, dan getar yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Napas Ratri terengah-engah. “Mas…” suaranya keluar begitu lirih, hampir seperti desahan yang bergetar di antara udara malam.
756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
CINTA YANG TAK TERMILIKI

CINTA YANG TAK TERMILIKI

“Makan mah makan aja Neng. Jangan sambil ngomong. Kata orang jaman dulu mah pamali. Ngomongnya nanti kalau udah beres makan.” Dhira mengulum senyumnya mendengar Bi Asih mengatakan pamali. Kata ini menjadi semacam mantra bagi Bi Asih. Sesuatu yang tidak elok dilakukan, oleh Bi Asih pasti akan diiringi dengan kata pamali. Anehnya, Dhira serta kakak-kakaknya cenderung menurut tanpa membantahnya sedikitpun. Hanya si bungsu Kaivan saja yang selalu mempertanyakan arti dibalik kata pamali. Tentu Bi Asih tidak dapat menjelaskannya. Selesai makan, Dhira yang masih duduk menghadapi meja makan mengerutkan dahi saat dilihatnya ada seseorang yang tidak dia kenal masuk ke dalam dapur begitu saja.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

“Aku baik salah, aku ketus salah. Jadi apa maumu? Kamu mau kita bertengkar terus menerus? Kamu nggak bosan? Nggak lelah? Bukankah kita berdua harus melanjutkan hidup?” “Melanjutkan hidup katamu? Setelah kamu berhasil memorak-porandakan hidupku kamu mengatakan padaku untuk melanjutkan hidup?” Bulan terbawa suasana, dia sedikit meluapkan perasaannya kali ini. Langit melongo menatapnya, dia kebingungan dengan kalimat Bulan yang menurutnya ambigu.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Kapan Kamu Menyentuhku?

Kapan Kamu Menyentuhku?

"Loh, katanya kamu kedinginan, jadinya aku kirain kamu demam, gak enak badan, jadinya aku antar ke kosan saja. Apa salah? Aku tuh begitu karena perhatian." "Ya ampun, maksud saya bukan kedinginan demam, tapi dingin dengan udara malam, makanya peluk Pak Dika erat." "Ya mana saya tahu, kamu kalimatnya ambigu!" "Siapa yang gagu, Pak? Saya mah gak gagu. Saya jelas bilang kalau saya kedinginan, saya kirain Bapak ngerti."
1054.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kalimat ambigu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status