BUKAN IPAR SEMBARANGAN
“Ninu? Ninu … “ Wak Ratna mengucap kata itu dengan pandangan kosong.
“Ya, Mama … Ninu sudah datang … jangan sedih lagi, Ninu sudah besar sekarang ….”
“Ninu … Ninu … Ninu sudah besar? Ninu sudah besar?” Wak Ratna bergumam, tapi seperti hanya bicara sendirian.
“Iya, Ma … Mama semangat, ya … Ninu janji … kita akan sama-sama lagi.” Suara Mas Wisnu kudengar mulai serak. Air matanya tampak berkelindan. Sepasang mata itu seperti tengah menahan untuk tak mengerjap.
Aku tahu, mereka berdua butuh banyak waktu. Aku menoleh ke arah Nek Ecih yang masih melongo. Aku harus mengajaknya ke dapur sekarang.
Hot Chapters