Seumur Hidup Terlalu Lama
Tak ada suara, tak ada kata — hanya mengirimkan yang penuh pesan: antara dua orang yang tak membutuhkan kata-kata untuk saling memahami.
Genta berdiri. Langkahnya mantap mendekati pembatas ruang sidang, suaranya bergetar namun tegas:
"Kamu tidak sendiri, Uma. Aku akan menunggumu di pintu keluar saat kamu bebas nanti. Tabah dan kuatlah di dalam sana."
Uma menatap dengan mata sayu. Bibirnya bergetar tapi tak ada kata yang keluar. Ia hanya menunduk sedikit — satu gerakan kecil, tapi cukup untuk membuat Genta tahu bahwa ia mendengar.