Ada sesuatu yang sangat personal tentang menulis surat pendek yang lengkap, seolah-olah kita sedang menyusupkan sedikit jiwa kita ke dalam selembar kertas. Pertama-tama, tentukan dulu tujuannya—apakah untuk ucapan terima kasih, undangan, atau sekadar kabar? Struktur dasarnya tetap sama: pembuka yang hangat, isi yang padat, dan penutup yang meninggalkan kesan.
Jangan terlalu bertele-tele di bagian pembuka; langsung saja tunjukkan kehangatan dengan sapaan seperti 'Hai [nama,semoga harimu cerah!' Untuk isinya, gunakan kalimat-kalimat pendek tapi bermakna. Misalnya, jika menulis surat ucapan terima kasih, sebut secara spesifik hal yang kamu syukuri. Penutup bisa ditutup dengan harapan atau ajakan, seperti 'Aku tunggu kabar baik darimu!' yang terasa lebih hidup daripada sekadar 'Salam hangat.'