Hantu Vila
Setelah kupastikan ada—ternyata terletak tepat di samping jendela—aku keluar menghampiri ibu itu, saatnya bernegosiasi soal harga sewa kamar.
”Kamar mandinya ada di ujung sana, lalu belok kiri,” ujar ibu itu sambil menunjuk ke samping. ”Ada dua. Yang satu hanya untuk tempat mencuci baju dan mandi.”
Aku mengangguk-angguk sepakat. Kurasa kamar ini cocok. Cukup luas dan hawanya dingin. Lagi pula sudah lama aku tidak punya kamar sendiri. Dalam pikiranku, sudah terbayang beragam rencana pengaturan untuk kamar baruku ini. Sudah kutempatkan dimana kira-kira posisi terbaik untuk televisi, komputer, penanak nasi, dan lain sebagainya.