Aku Menyerah, Mas!
“Karena Bunda sudah tua. Sakit-sakitan pula. Makanya kamu turuti apa kata Bunda kamu ini. Nikahi Kanaya setelah dia melahirkan nanti, mumpung Bunda masih hidup!”
“Kullu nafsin dzaiqatul maut. Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Kita tidak pernah tahu siapa yang akan mati duluan, Bun. Bisa jadi ‘kan, justru Allah memanggil aku duluan, atau siapa saja yang lebih muda dari aku. Jadi, Bunda jangan menjadikan kematian sebagai ancaman supaya aku menuruti permintaan Bunda!”