Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Salah Melamar

Salah Melamar

Yang terkadang juga membantunya mengetikkan sebuah naskah, yang hendak dikirimkan sebuah redaksi. “Dek, ini bagus yang mana?” tanya lelakiku yang menampilkan beberapa pin bergambar kartun dan bertuliskan khadijah. Memiliki karakter yang berbeda meskipun dengan wajah yang sama. Satu diantaranya sama persis dengan yang kulihat saat itu. Kartun wanita menunduk dengan nama khadijah di bawahnya. “Ini,” ucapku sambil menunjuk benda berbentuk bulat pipih itu.
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

Rain mencubit gemas pipi Embun lantas tertawa. “Rain kamu licik, jelas-jelas tadi kita sedang membicarakan-“ Embun menjeda kalimat, hidungnya kembang kempis karena berhasil terjebak ucapan Rain. “Sudah lah, jangan dibahas,” elaknya.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
ARTI SEBUAH PERBEDAAN

ARTI SEBUAH PERBEDAAN

Dan kena telak di pipi. “Hai, Kar, sedang apa kamu? Kenapa melamun? Tuh, Mikung sedang berbicara dengan kamu.” Panggil Sari membuyarkan lamunan Kartika Lee. “Oh, ya, apa yang dia bicarakan? Kamu tahu sendiri saya tidak fasih bahasa inggris.” Kata Kartika gugup. Apa ya yang di bicarakan Mikung? Lanjut di Bab berikutnya ya. 18/2/2022
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai kartun pipi tembem
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Masandra
hallo para pembaca saya, terima kasih ya. hayo kasih masukan. Apakah ada yang senang jika saya perkenalkan Robert Zhang sama dengan Kartika lee? tapi ya, masih harus berjuang keras Robert untuk menaklukkan Kartika yang cuek itu.
repetition
Ceritanya bagus, kak. Kalo berkenan, bisa mampir ke ceritaku, ya. Judulnya "Anak-Istri Kalah dengan Teman Suami." Kisah ini menceritakan sosok perempuan tangguh yang berjuang untuk mempertahankan keluarganya. Terinspirasi dari kisah nyata, terima kasih ...️
Baca Semua Ulasan
Stuntman

Stuntman

Albi mengangkat kedua bahunya sok tau. "Pertunjukan? Sulap maksud lo? Gue bakal bisa buat susu ini jadi gelembung terus pecah lagi jadi kupu-kupu gitu?!" Pena membalas sewot, mengambil salah satu adegan sulap di kartun Upin dan Ipin. " Terus apa tadi? Ngamen? Gue bahkan gak bawa gitar atau okulele. Gue pun gak bawa mic dan salon kecil buat narik perhatian orang-orang. Lo kira bunyi apa yang bisa gue hasilin dari kaleng isi susu bearbrand ini yang bakal buat orang-orang datang dan ngasih duitnya?"
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
JANGAN NGAKU CANTIK

JANGAN NGAKU CANTIK

Dia menepuk-nepuk pelan perutnya sendiri. "Gak kembung lagi sudah sembuh alhamdulillah." gumamnya, ia duduk di kursi meja riasnya. Dia memperhatikan pipinya yang sedikit tembem alias chuby, ia mengembang kempiskan pipinya membesarkan kedua matanya sambil sesekali menepuk-nepuk pipinya yang tembem.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
Take a Chance with Me!

Take a Chance with Me!

“Dek?” “Eh…oh…nggak pa-pa kok.” Pipi Adel memerah. Dia buru-buru menunduk dan ngacir pergi. Ya ampun!!! Kakaknya keren banget!!!! Dia tersenyum sendiri. Lupa sama tampang kakak pandunya yang sama kerennya tapi gaje abis. ***
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
Pakde sang Penakluk

Pakde sang Penakluk

style="letter-spacing: 0.1px;" style="letter-spacing: 0.1px;">Gendis tertawa kecil sambil meletakkan sepiring tempe panas di meja. "Makanya, Mas. Nanti kalau lewat warung, belikan Pakde Yono rokok Sampoerna. Tangannya beneran manjur. Pinggulku udah nggak nyeri, bagian dadaku juga rasanya enteng banget." style="letter-spacing: 0.1px;">
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
Tahanan di Ranjang Sang Letnan

Tahanan di Ranjang Sang Letnan

katanya cepat, menunjuk sembarang arah. “Kau mencoba mengalihkan,” Pieter tertawa kecil. “Tidak,” Cempaka berdusta. “Aku hanya… ingin lihat-lihat lagi.” “Kalau begitu, ayo.” Di lapak itu, seorang pria tua menjual kipas dengan ukiran tangan. Kipas dari kayu jati tipis, dihias motif bunga-bunga halus. Cempaka mengambil satu, membukanya perlahan.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
Gadis Kembar Membuat Cinta Kembali Berlayar

Gadis Kembar Membuat Cinta Kembali Berlayar

Sedangkan Bulan mendapat gambar pisang. Kedua anak itu duduk dalam satu meja. Bersebelahan pula. Meja belajar mereka memutar seperti meja belajar di film kartun anak kembar botak yang berasal dari negara tetangga. "Tari, tadi… apa yang kamu ucapan benar? Soal Papa mau mencari mama baru untukku?" tanya Bulan di sela mewarnai gambarnya. "Iya." Tari menjawab seraya mengangguk.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

Kadang ia menyempatkan diri untuk mengobrol dengan Anastasya, tapi perempuan itu dulunya lebih sering mengurung diri. Akhir-akhir ini, Anastasya malah lebih sering berada di luar rumah. Entah ke mana, ia tak pernah bilang pada Badai. “Ini apel.” Badai mengambil kartu dengan gambar buah apel merah dan ada tulisan ‘APEL’ yang besar di sana. “Pipi Asa bulat dan merah kayak Apel. Papa suka banget sama pipi Asa.” Asa kembali tertawa dan kali ini ditambah dengan tepuk tangan riang. Badai kembali mengeluarkan kartu-kartu lainnya dan mengucapkan kata demi kata dengan pelafalan yang ia usahakan sejelas mungkin.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai kartun pipi tembem
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status